Peristiwa 26 November : Gempa Bumi di Tanah Papua Tewaskan Puluhan Jiwa

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 26 November 2020 07:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 337 2316300 peristiwa-26-november-gempa-bumi-di-tanah-papua-tewaskan-puluhan-jiwa-BGaQDEw7RQ.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Sederatan momen atau peristiwa pernah terjadi pada 26 November dari tahun ke tahun. Sejumlah peristiwa yang terjadi pada 26 November tercatat menjadi bagian dari momen penting bagi sejumlah orang. Bahkan, momen yang tidak akan terlupakan.

Okezone merangkum beberapa peristiwa yang pernah terjadi pada 26 November, mulai dari gempa bumi hebat mengguncang Nabire, Papua, dan menewaskan puluhan jiwa hingga jembatan Kutai Kartanegara runtuh.

Baca Juga:  Peristiwa 24 November: Lahirnya Tokoh BPUPKI Ki Bagus Hadikusumo

Berikut ulasan singkat Okezone terkait sejumlah peristiwa yang terjadi pada 26 November :

1. Perintis Observatorium Bosscha Meninggal

Karel Albert Rudolf Bosscha adalah seorang Belanda keturunan Jerman yang peduli terhadap kesejahteraan masyarakat pribumi Hindia Belanda pada masa itu dan juga merupakan seorang pemerhati ilmu pendidikan khususnya astronomi. Ia dikenal sebagai pendiri Obsevatorium Bosscha.

Bosscha lahir di Den Haag, Belanda, pada 15 Mei 1865. Ia kemudian meninggal di Malabar Bandung, Hindia Belanda, pada 26 November 1928 di usia 63 tahun. Pada tahun 1923, Bosscha menjadi perintis dan penyandang dana pembangunan Observatorium Bosscha yang telah lama diharapkan oleh Nederlands Indische Sterrenkundige Vereeniging (NISV).

Kemudian ia bersama dengan Dr. J. Voute pergi ke Jerman untuk membeli Teleskop Refraktor Ganda Zeiss dan Teleskop Refraktor Bamberg. Pembangunan Observatorium Bosscha selesai dilaksanakan pada tahun 1928.

Namun, ia sendiri tidak sempat menyaksikan bintang melalui observatorium yang didirikannya karena pada tanggal 26 November 1928 ia meninggal beberapa saat setelah dianugerahi penghargaan sebagai Warga Utama kota Bandung dalam upacara kebesaran yang dilakukan Gemente di Kota Bandung.

Baca Juga:  Peristiwa 23 November: Ethiopian Airlines Dibajak Tewaskan 123 Orang

Selama hidupnya, Bosscha memilih untuk tidak menikah. Pada akhir hayatnya, karena kecintaannya pada Malabar, dia meminta agar jasadnya disemayamkan di antara pepohonan teh di Perkebunan Teh Malabar. Setelah kematiannya, Medali Bosscha didirikan.

2. Gempa di Nabire Tewaskan 32 Orang

Gempa berkekuatan magnitudo 6,4 mengguncang daerah Nabire, Provinsi Papua, pada 26 November 2004, pukul 11.25 WIT. Sementara itu, menurut badan geologi Amerika Serikat, gempa tersebut berkekuatan 7,1 Mw. Pusat gempa berada di darat kira-kira 17 km selatan Nabire.

Gempa ini dirasakan sangat keras yaitu VII-VIII MMI di Kota Nabire. Sebanyak lebih dari 32 orang dilaporkan tewas. Musibah tersebut merupakan gempa Bumi kedua yang menimpa Nabire pada tahun 2004. Sebelumnya, Nabire pernah mengalami hal yang sama pada bulan Februari yang menewaskan 30 orang.

3. Serangan Teroris di Mumbai

Serangan teroris Mumbai November 2008 merupakan rangkaian serangan teroris terkoordinasi yang terjadi serentak di sejumlah tempat di sekitar kota Mumbai, ibu kota finansial dan kota terbesar di India, pada 26 November 2008 yang berlanjut sampai dengan 29 November.

Sekurang-kurangnya 188 orang, termasuk sekurang-kurangnya 22 warga asing, dipastikan menjadi korban, sementara sekitar 370 orang cedera. Para pelaku melakukan serangkaian penembakan, peledakan, dan penyanderaan.

Serangan-serangan tersebut terjadi di stasiun kereta api Chhatrapati Shivaji Terminus (CST) yang ramai; dua hotel lima bintang yaitu Oberoi/Trident dan Taj Mahal Palace; Kafe Leopold, sebuah restoran yang terkenal di kalangan turis; Rumah Sakit Cama; gedung pusat komunitas Yahudi Mumbai Chabad House; dan kantor polisi.

4. Hari Lahir Arswendo

Arswendo Atmowiloto lahir di Surakarta, Jawa Tengah, 26 November 1948 dan meninggal di Jakarta, 19 Juli 2019 pada umur 70 tahun. Ia adalah penulis dan wartawan Indonesia yang aktif di berbagai majalah dan surat kabar. Ia menulis cerpen, novel, naskah drama, dan skenario film.

Arswendo lahir dengan nama Sarwendo. Ia mengganti nama depannya menjadi Arswendo dan menambahkan nama bapaknya, Atmowiloto, di belakang. Setelah lulus SMA, Arswendo kuliah di fakultas bahasa dan sastra IKIP Solo, tetapi tidak tamat. Tahun 1979, ia mengikuti International Writing Program di Universitas Iowa.

Ia pernah memimpin Bengkel Sastra Pusat Kesenian Jawa Tengah di Solo (1972), wartawan Kompas dan pemimpin redaksi Hai, Monitor, dan Senang. Kakaknya, Satmowi Atmowiloto, adalah seorang kartunis.

5. Kelahiran A.M. Fachir

Abdurrahman Mohammad Fachir atau A.M. Fachir lahir di Banjarmasin, 26 November 1957. Ia adalah seorang diplomat. Jabatan terakhir A.M. Fachir adalah sebagai Wakil Menteri Luar Negeri Indonesia pada Kabinet Kerja Presiden Joko Widodo (2014-2019)

Fachir pernah bertugas sebagai Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia di Republik Arab Mesir (2007–2011), Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (2011–2014) dan Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Republik Indonesia di Kerajaan Arab Saudi (Maret-Oktober) 2014.

6. Jembatan Kutai Kartanegara Runtuh dan Tewaskan Puluhan Orang

Pada 26 November 2011, pukul 16.20 waktu setempat, Jembatan Kutai Kartanegara ambruk dan roboh. Puluhan kendaraan yang berada di atas jalan jembatan tercebur ke Sungai Mahakam.

Berdasarkan laporan, sebanyak 24 orang tewas dan puluhan luka-luka akibat peristiwa ini. Mereka yang luka-luka kemudian dilarikan ke RSUD Aji Muhammad Parikesit. Sedangkan 12 orang dilaporkan hilang, 31 orang luka berat dan 8 orang luka ringan.

Berdasarkan hasil penelitian tiga tim universitas yang terpisah menunjukkan adanya indikasi kesalahan konstruksi. Tim dari Institut Teknologi 10 November menyatakan ada kelemahan pada klem pengikat kabel vertikal.

7. Hari Jadi Tangerang Selatan

Pada 27 Desember 2006, DPRD Kabupaten Tangerang menyetujui terbentuknya Kota Tangerang Selatan yang terdiri atas 7 kecamatan, yakni: Ciputat, Ciputat Timur, Pamulang, Pondok Aren, Serpong, Serpong Utara dan Setu. Serta menetapkan Kecamatan Ciputat sebagai Pusat Pemerintahan.

Pemerintah Kabupaten Tangerang juga telah menyiapkan dana sebesar 20 Milyar untuk proses awal berdirinya Kota Tangerang Selatan. Dana itu dianggarkan untuk biaya operasional kota baru selama 1 tahun pertama dan merupakan modal awal dari daerah induk untuk wilayah hasil pemekaran.

Pada 29 Oktober 2008, pembentukan Kota Tangerang Selatan diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri Indonesia, Mardiyanto, dengan 7 kecamatan hasil pemekaran dari Kabupaten Tangerang yang telah disetujui oleh DPRD Kabupaten Tangerang pada 27 Desember 2006.

Tangerang Selatan kemudian diresmikan sebagai Kota sendiri 26 November 2008. Adapun, dasar hukum terbentuknya Kota Tangerang Selatan yakni, Undang-Undang Nomor 51 Tahun 2008. Saat ini, sudah 12 tahun Kota Tangerang Selatan berdiri.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini