DPR Minta Polisi Tak Tebang Pilih Tindak Pelanggar Prokes Covid-19

Kiswondari, Sindonews · Kamis 26 November 2020 02:37 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 26 337 2316281 dpr-minta-polisi-tak-tebang-pilih-tindak-pelanggar-prokes-covid-19-vz9FvUyvkO.jpg Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni (Foto: DPR.go.id)

JAKARTA - Kasus positif Covid-19 terus meningkat pesat, dan berdasarkan data per hari ini, ada penambahan 4.192 kasus positif secara nasional menjadi 506.302 kasus, DKI Jakarta dan Jawa Tengah (Jateng) menyumbang kasus tertinggi yakni 1.015 kasus dan 928 kasus. Kerumunan-kerumunan yang terjadi di Jakarta dan juga pada pilkada pun menjadi sorotan.

Terkait hal ini, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni meminta Polri untuk menindak tegas siapa saja yang membuat kerumunan maupun acara yang melanggar protokol kesehatan. Menurutnya, saat ini masih ada aparat yang tidak menindak tegas ataupun lalai dalam menindak para pelanggar protokol kesehatan tersebut

"Saya minta kepada kepolisian Indonesia untuk tidak tebang pilih, tidak boleh lalai dalam menindak tegas para pelanggar protokol kesehatan. Siapapun yang melanggar protokol Kesehatan baik itu ormas, parpol, ataupun kepala daerah harus di tindak tegas dan diberikan sanksi yang berat" kata Sahroni, Rabu (25/11/2020).

Baca Juga: Calon Wali Kota Dumai Meninggal Dunia

Wakil Koordinator Satgas Lawan Covid-19 DPR ini melihat, bahwa sebenarnya kasus Covid-19 di Indonesia sudah mulai terkendali. Namun, karena kelalaian aparat setempat dalam mencegah terjadinya kerumunan, maka kasus kembali bertambah di berbagai daerah.

"Awalnya, Covid-19 di Indonesia ini sudah mulai terkendali, namun karena aparat setempat lalai dan tidak tegas dalam menindak warga yang melanggar protokol kesehatan maupun yang mengadakan acara dan kerumunan menyebabkan terciptanya kluster baru Covid-19," sesalnya.

Politikus Partai Nasdem ini juga melihat bahwa penambahan kasus positif Covid-19 ini merupakan salah satu imbas dari kerumunan di pilkada. Banyak calon kepala daerah (cakada) yang mengabaikan prokes Covid-19 dalam kegiatan kampanyenya.

Baca Juga:  Cegah Penyebaran, Satgas Covid-19 Pantau Penyelenggaraan Pilkada

Untuk itu, legislator Dapil DKI Jakarta III ini mendesak aparat kepolisian untuk menindak tegas dan membubarkan mereka.

"Masih banyak calon pemimpin daerah yang berkampanye tidak sesuai protokol kesehatan, karenanya Polri harus menindak tegas di tempat, jika ada yang mengadakan kerumunan. Harus dibubarkan pada saat itu juga, tanpa pandang bulu," ujarnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini