Profil Edhy Prabowo, Sang Pesilat yang Ditangkap KPK

Rabu 25 November 2020 09:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 25 337 2315673 profil-edhy-prabowo-sang-pesilat-yang-ditangkap-kpk-zM06BBbvBg.jpg Edhy Prabowo. Foto: dok.Okezone

JAKARTA - Satu lagi menteri yang tersandung kasus korupsi, yakni Edhy Prabowo. Ia adalah menteri kelautan dan perikinan (KKP) yang tergabung dalam Kabinet Indonesia Maju.

Edhy Prabowo ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Bandara Soekarno Hatta pada Rabu (25/11/2020) sekira pukul 01.23 WIB.

Melihat tangkapan ini, mungkin patut kembali dilihat siapa sebenarnya Edhy Prabowo. Ia merupakan pria kelahiran Muara Enim, Sumatera Selatan, 24 Desember 1971

Jejak karir Edhy dimulai pada 1991. Kala itu, dia berhasil diterima menjadi anggota Akabri di Magelang, Jawa Tengah. Sayang, karirnya di militer hanya bertahan dua tahun. Edhy dikeluarkan karena terkena sanksi dari kesatuan. Harapan menjadi jenderal pun sirna.

Kendati sedih cukup dalam, Edhy tidak mau patah arang. Dia tidak kembali ke kampung halaman, melainkan meminta izin kepada orangtuanya untuk merantau ke Jakarta. Dengan alasan ingin mengembalikan kepercayaan keluarga, Edhy pun menginjakkan kakinya di Ibu Kota.

Baca Juga: Edhy Prabowo Ditangkap KPK, Menteri KKP Trending Topic di Medsos

"Di Jakarta saya tinggal di rumah orangtua teman bernama Pak Yul di kawasan Gondangdia, Jakarta Pusat. Saat itu, beberapa teman saya juga tinggal di sana," kata Edhy saat berbagi kisah kepada okezone di Jakarta pada November 2009.

Tak disangka, pria bernama Pak Yul tersebut merupakan sahabat seorang tokoh terkenal di Indonesia. Edhy pun diperkenalkan kepada tokoh itu di salah satu acara pesta di bilangan Pantai Ancol.

"Saya meminjam sepatu teman yang ukurannya lebih besar sehingga harus diganjal koran. Saya tidak menyangka bisa berkenalan dengan salah satu anggota Keluarga Cendana," ujar Edhy.

Baca Juga: Menteri KKP Edhy Prabowo Ditangkap KPK Terkait Ekspor Benur Lobster


Tokoh tersebut akhirnya mendidik Edhy dan teman-temannya. Edhy dibiayai mengenyam ilmu pendidikan Fakultas Ekonomi Universitas Moestopo. Selain itu, ia juga diminta untuk belajar silat setiap akhir pekan di Batujajar, Bandung. Seiring waktu berjalan, Edhy akhirnya menjadi orang kepercayaan tokoh tersebut.

Setelah jadi pesilat, Edhy terjun ke dunia politik dan terpilih sebagai anggota DPR RI pada 2009.

Kendati sudah menjadi wakil rakyat, Edhy tetap menjalankan perannya sebagai suami dari Iis Rosita Dewi dan ayah dari Satrio Budi Wiroreno (4) dan Raja Dimas Satrio (3). Dia juga masih aktif mengurus perguruan silat Satria Muda Indonesia dan beberapa bisnis lainnya.

"Sebagai anggota komisi VI (kala itu), saya berharap BUMN tidak lagi mengandalkan APBN, tetapi dapat bersaing di kancah internasional dan mampu memberikan kontribusi sebanyaknya untuk APBN," ucapnya.

Terus bergelut di dunia politik, akhirnya Edhy mendapat kepercayaan menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) pada 2009 yang tergabung dalam Kabinet Indonesia Maju.

Namu entah apa yang terjadi, ia ditangkap KPK dini hari tadi. Wakil Ketua KPK Nawawi Pomolango membenarkan bahwa Edhy ditangkap pada Rabu (25/11/2020) dini hari.

"Benar kita telah mangamankan sejumlah orang pada malam dan dini hari tadi," ucap Nawawi lewat pesan singkat.

Sementara Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron mengatakan penangkapan itu berkaitan dengan dugaan kasus korupsi benur lobster. “Benar KPK tangkap, terkait ekspor benur,” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini