Napoleon Bongkar Obrolannya dengan Azis Syamsuddin soal Red Notice Djoko Tjandra

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 24 November 2020 23:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 337 2315543 napoleon-bongkar-obrolannya-dengan-azis-syamsuddin-soal-red-notice-djoko-tjandra-TWTVvRB3ZG.jpg Irjen Napoleon (Foto : iNews)

JAKARTA - Mantan Kadiv Hubinter Polri, Irjen Napoleon Bonaparte mengungkap adanya restu dari Wakil Ketua DPR asal Golkar Azis Syamsuddin, untuk membantu pengusaha Tommy Sumardi mengecek status red notice buronan Joko Soegiarto Tjandra (Djoko Tjandra).

Irjen Napoleon Bonaparte mengungkap restu dari Azis Syamsuddin saat bersaksi di sidang lanjutan perkara dugaan suap terkait pengurusan penghapusan nama Joko Soegiarto Tjandra dari daftar red notice Polri. Napoleon Bonaparte bersaksi untuk terdakwa Tommy Sumardi.

Awalnya, kata Napoleon, Tommy Sumardi sempat menyeret nama Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo, untuk meyakinkan dirinya. Kata Napoleon, Tommy berupaya meyakinkan dirinya agar dapat membantu mengecek status red notice Djoko Tjandra.

Kendati demikian, Napoleon mengklaim dirinya tidak seutuhnya percaya kepada Tommy Sumardi. Meskipun, Tommy Sumardi menemui Napoleon didampingi dengan seorang Brigjen, Prasetijo Utomo, ditambah adanya klaim soal kedekatannya dengan Kabareskrim.

Berdasarkan cerita Napoleon, Tommy tak patah semangat untuk meyakinkan dirinya. Bahkan, kata Napoleon, Tommy sempat menghubungi Wakil Ketua DPR, Azis syamsuddin untuk meyakinkan dirinya.

"Terdakwa menelpon seseorang. Setelah sambung, terdakwa seperti ingin memberikan teleponnya pada saya. Saya bilang siapa yang Anda telepon, mau disambungkan pada saya? Terdakwa mengatakan bang Azis, Azis siapa? Azis Ayamsuddin. oh Wakil ketua DPR RI? Ya," beber Napoleon saat menceritakan perbincangannya dengan Tommy di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (24/11/2020).

Napoleon mengaku sempat mengenal Azis Syamsuddin saat menjadi Perwira Menengah (Pamen). Atas dasar itulah Napoleon kemudian menerima sambungan telepon dari Azis Syamsuddin menggunakan handphone Tommy Sumardi.

"Karena dulu waktu masih pamen, saya pernah mengenal beliau, jadi saya sambung," terangnya.

Baca Juga : Ratusan Warga Usir Alat Berat yang Dikawal Mobil TNI AL

Ia pun menceritakan obrolan singkat dengan Azis Syamsuddin menggunakan handphone milik Tommy. Intinya, kata Napoleon, Azis Syamsuddin mempersilakan Napoleon untuk membantu Tommy Sumardi mengecek status Djoko Tjandra.

"Assalamualaikum, selamat siang Pak Azis. Eh bang apa kabar?. Baik. Pak Azjs saya sampaikan, ini di hadapan saya ada datang Pak Haji Tommy Sumardi, dengan maksud tujuan ingin mengecek status red notice. Mohon petunjuk dan arahan pak?. Silakan saja, Pak Napoleon. Baik," bebernya.

"Kemudian telepon ditutup, saya serahkan kembali. Menggunakan nomor hape dari milik terdakwa (Tommy Sumardi)," imbuhnya.

Sekadar informasi, Irjen Napoleon Bonaparte didakwa oleh jaksa penutut umum telah menerima uang sebesar 200.000 dolar Singapura dan 270.000 dolar AS atau senilai Rp6 miliar dari Joko Soegiarto Tjandra (Djoko Tjandra).

Uang itu diduga sebagai upaya untuk menghapus nama Joko Soegiarto Tjandra dari Daftar pencarian Orang (DPO) yang dicatatkan di Direktorat Jenderal Imigrasi (Ditjen imigrasi). Untuk melancarkan aksinya, Djoko Tjandra dibantu oleh rekannya, Tommy Sumardi.

Irjen Napoleon diduga melakukan upaya penghapusan nama Joko Soegiarto Tjandra dari DPO bersama-sama dengan Brigjen Prasetijo Utomo selaku Kepala Biro Koordinator Pengawas PPNS Bareskrim Polri.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini