PBNU Tidak Menolak Naskah Khutbah Jumat yang Disiapkan Kemenag

Fahreza Rizky, Okezone · Selasa 24 November 2020 20:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 337 2315500 pbnu-tidak-menolak-naskah-khutbah-jumat-yang-disiapkan-kemenag-p21WrYs6b4.jpg Illustrasi ceramah (foto: Dok Okezone)

JAKARTA - Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) memastikan tidak menolak rencana penyiapan naskah khutbah Jumat yang dilakukan oleh Kementerian Agama (Kemenag). Asalkan, naskah tersebut sifatnya pilihan, bukan sebagai kewajiban.

Wasekjen PBNU, Masduki Baidlowi mengatakan, proses penyusunan materi khutbah Jumat hendaknya melibatkan berbagai pilar Islam moderat di Indonesia, semisal Muhammadiyah, PBNU, ataupun ormas lainnya.

"Saya kira enggak apa-apa bagus saja, libatkan Muhammadiyah dan NU dan semuanya untuk membikin itu dan yang penting bukan paksaan, tetapi pilihan," ujar Masduki saat dihubungi MNC Media, Selasa (24/11/2020) malam.

Baca juga:

Materi Khutbah Jumat Jadi Polemik, Wamenag: Jangan Selalu Curiga   

Pemerintah Wacanakan Kontrol Khutbah Sholat Jumat, Kemenag: Masih Dikaji

Kemenag Tidak Paksa Ulama Ikuti Bimtek Penceramah Agama Bersertifikat

Menurut Masduki, sepanjang materi khutbah tersebut disiapkan sebagai pilihan untuk memperkaya khazanah keislaman itu tidak masalah. Namun hal tersebut bisa menjadi masalah jika sifatnya paksaan. Karenanya, PBNU memastikan tidak menolak program Kemenag itu.

"Enggak ada penolakan, saya kira sarannya libatkan Muhammadiyah, PBNU dan pilar-pilar Islam moderat di Indonesia supaya kita makin kaya maknanya, kedalamannya dan dan kita bisa dikenal sebagai pusat Islam moderat dunia," jelasnya.

Dirjen Bimas Islam Kemenag, Kamaruddin Amin mengatakan, materi khutbah Jumat akan disesuaikan dengan perkembangan zaman. Karenanya, Kemenag akan melibatkan para ulama dan akademisi yang pakar pada bidangnya.

Menurut Kamaruddin, pelibatan ulama, praktisi, dan akademisi penting untuk menghasilkan naskah khutbah Jumat yang berkualitas dan relevan dengan dinamika sosial.

Ada sejumlah tema yang akan disusun, antara lain: akhlak, pendidikan, globalisasi, zakat, wakaf, ekonomi syariah, dan masalah generasi milenial.

"Kami akan menyiapkan naskah berkualitas dan bermutu dengan tim penulis ahli di bidangnya. Naskah yang disusun bisa dijadikan alternatif. Tidak ada kewajiban setiap masjid dan penceramah untuk menggunakan naskah khutbah Jumat yang diterbitkan Kemenag,” terang dia melalui keterangan resminya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini