Putri dan Menantu Habib Rizieq Mangkir, Polri: Mereka Rugi Sendiri

Muhamad Rizky, Okezone · Selasa 24 November 2020 17:03 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 337 2315383 putri-dan-menantu-habib-rizieq-mangkir-polri-mereka-rugi-sendiri-sRuhgdNhwl.jpg Brigjen Awi Setiyono. (Foto: Okezone.com)

JAKARTA - Kepala Biro Penerangan Masyarakat (Karopenmas) Polri Brigjen Awi Setiyono mengatakan, putri dan menantu Habib Rizieq Shihab akan rugi sendiri, lantaran tidak memenuhi undangan penyelidik terkait kerumunan di acara pernikahannya beberapa waktu lalu.

Menurut Awi, undangan klarifikasi memang tidak memiliki konsekuensi jika tidak hadir. Namun mereka kehilangan kesempatan untuk memberikan informasi yang diketahui kepada penyelidik.

"Tentunya orang yang dikirim undangan klarifikasi tidak hadir yaitu rugi sendiri karena kesempatan, ini saya sampaikan klarifikasi itu kesempatan menyampaikan apa yang mereka alami, apa yang mereka rasakan, apa yang mereka lihat selama ini," kata Awi di Mabes Polri, Selasa (24/11/2020).

Awi menjelaskan, pihaknya masih menyelidiki kasus kerumunan di acara pernikahan tersebut, lewat sejumlah keterangan dari berbagai pihak yang dipanggil.

"Nanti berikutnya kalau ini tadi bukti permulaan cukup dinaikkan ke penyidikan kalau tidak (cukup) dihentikan penyelidikannya, kalau penyidikan berarti pakai panggilan-panggilan nanti di panggil lagi dan sangat memungkinkan yang sudah dijadwalkan klarifikasi itu untuk dipanggil selanjutnya," terang Awi.

Baca juga: Demo Tolak Habib Rizieq di Surabaya Ricuh, Massa Saling Pukul

"Nah kalau sudah masuk ke penyidikan sudah kita pakai KUHP berarti kalau dipanggil sekali, dua kali, tidak hadir ya tiga kali ada surat perintah membawa (paksa), kita tegas memang demikian," tandasnya.

Sebelumnya, putri Rizieq Shihab, Najwa Shihab dan menantunya Muhammad Irfan Alaydrus tidak memenuhi panggilan klarifikasi pada Jumat (20/11).

Keduanya diundang untuk dimintai klarifikasi soal kerumunan massa yang melanggar protokol kesehatan Covid-19.

Dalam perkara ini, polisi mendalami dugaan pelanggaran pasal 93 jo pasal 9 ayat 1 Undang-undang Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini