Satgas Tegaskan Orang Mau Dites Covid-19 Adalah Pahlawan

Binti Mufarida, Sindonews · Selasa 24 November 2020 14:58 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 337 2315251 satgas-covid-19-tegaskan-orang-mau-dites-covid-19-adalah-pahlawan-uVCkeydpfD.jpg Rapid test (Foto: Okezone)

JAKARTA - Tim Pakar Satgas Covid-19 Bidang Perubahan Perilaku/Kepala Lembaga Demografi FEB Universitas Indonesia, Turro Wongkaren menegaskan, bahwa orang yang mau dites Covid-19 adalah pahlawan.

“Kalau orang dites itu untuk saya adalah pahlawan. Karena dia berani menaruh dirinya untuk kemudian ada kemungkinan nanti bilang hal-hal yang negatif, tapi toh dia tahu ini untuk kepentingan masyarakat,” ungkap Turro dalam diskusi Masyarakat Bijak Sadar 3T dari Media Center Graha BNPB Jakarta, Selasa (24/11/2020).

Baca Juga:   Soal Transparansi Informasi Covid-19, Anies: We Can Build Trust

Turro pun mengungkapkan beberapa alasan masyarakat tidak mau dites. “Pertama, kita perlu tahu orang nggak mau dites itu banyak sebabnya ya. Ada sebab ekonomi, ada budaya, ada sebab stigma, ada macam-macam,” katanya.

Dari segi ekonomi misalnya, kata Turro, dia takut kalau di-testing kemudian hasilnya positif Covid-19, bagaimana? “Bisa jadi dia nggak boleh masuk kantor, mungkin khususnya untuk mereka di kalangan bawah ya, mereka jadinya nggak bisa misalnya dapat uang makan, nggak bisa kerja itu yang harus ditangani,” ungkap Turro.

Ditambahkan Turro, salah satu masalahnya yakni adanya kebingungan mengenai perbedaan pengetesan Covid-19. “Kemudian yang lainnya itu adalah masalah ini, maaf ya, testingnya yang kita sekarang ini masih suka membingungkan ya, bingung ini terkait dengan apa sih bedanya rapid tes dengan swab, kemudian rapid test juga macam tuh, ada yang dibilang ‘oh ini udah kena lama, tapi udah sembuh ya’. Ini yang membuat masyarakat kemudian jadi agak ragu-ragu gitu.”

Kemudian, kata Turro, adanya stigma negatif jika terkonfirmasi Covid-19. “Itu salah satunya pasti orang takut kalau nanti dia ternyata positif atau reaktif. Apa yang akan orang katakan, apa kata orang kalau sampai dia kemudian positif Covid-19. Bagaimana kalau ternyata saya harus dikucilkan oleh keluarga besar saya atau yang lainnya,” ungkapnya.

Baca Juga:  Kemendagri: Pelanggaran Protokol Kesehatan Pilkada Berhasil Ditekan

Ini yang artinya, kata Turro, harus memikirkan cara bagaimana supaya tes Covid-19 itu mempunyai makna lain. “Makna lain itu gini, kalau Anda dites ada tuh sebenarnya bisa kita sebut sebagai pahlawan,” tuturnya.

“Kenapa? Kalau orang tidak di tes, bisa jadi orang yang OTG-OTG itu kan kemudian menyebarkan penyakit ya ke banyak orang yang mereka ditemukan tanpa orang tahu bahkan sampai dia sendiri tahu itu,” imbuh Turro.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini