Anies Posting Buku 'How Democracies Die', Ketua KPK: Sudah Lama Saya Baca!

Arie Dwi Satrio, Okezone · Selasa 24 November 2020 12:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 337 2315102 anies-posting-buku-how-democracies-die-ketua-kpk-sudah-lama-saya-baca-B7iqKX7O6n.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Firli Bahuri turut mengomentari postingan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan saat membaca buku 'How Democracies Die'. Anies memposting fotonya saat membaca buku 'How Democracies Die' melalui akun resmi instagram pada Minggu, 22 November 2020.

(Baca juga: Gaduh Postingan Anies Baca Buku, Fadjroel Pun Unjuk Buku saat di Nusakambangan)

Menurut Firli, buku 'How Democracies Die' yang dibaca Anies Baswedan dan kemudian diposting di halaman instagramnya, adalah buku lama. Firli mengklaim, dirinya sudah lama membaca buku tersebut, jauh sebelum Anies Baswedan

(Baca juga: Banjir Karangan Bunga untuk Jenderal Dudung, Netizen: Buat Sendiri, Heboh Sendiri!)

"Kemarin saya lihat ada di media, Pak Anies membaca 'How Democracies Die'. Sebelum itu ada bukunya 'Why Nations Fail', itu sudah lama saya baca pak, tahun 2002 saya sudah baca buku itu," ujar Firli saat memberikan sambutan dalam kegiatan serah terima barang rampasan di Gedung Merah Putih KPK, Jalan Kuningan Persada, Jakarta Selatan, Selasa (24/11/2020).

"Kalau ada yang baru baca sekarang, kayak baru bahwa ya itu udah lama. Nah makanya banyak yang mengkritisi. Udah lama buku itu pak," imbuhnya.

Lebih lanjut, ia menjelaskan isi dalam buku 'How Democracies Die' tersebut. Salah satunya isi dalam buku tersebut, kata Firli, kegagalan negara dalam mencapai tujuannya adalah karena maraknya tindak pidana korupsi.

"Disitu (buku How Democracies Die) dikatakan salah satunya negara banyak gagal menuju tujuannya karena korupsi," ungkap Firli.

"Karena korupsi tidak hanya sekadar kejahatan merugikan keuangan negara, tidak hanya kejahatan sekedar merugikan perekonomian negara, tetapi korupsi adalah kejahatan yang merasuk ke seluruh sendi-sendi kehidupan," sambungnya

Firli tak memungkiri, perilaku korupsi dapat merusak seluruh sendi kehidupan. Dia menyebut, penanganan korupsi dapat dilakukan dengan tiga cara. Pertama, melakukan penyelamatan keuangan dan negara.

Kemudian yang kedua, menjamin tersampaikannya hak-hak politik dan sosial. Terakhir atau yang ketiga, ujar Firli, menjamin keselamatan bangsa dan warga negara. "Tiga hal itu yang harus kita pahami Kenapa kita harus melakukan pemberantasan korupsi," pungkasnya.

Sekadar informasi, postingan Anies Baswedan saat sedang membaca buku 'How Democracies Die' sempat menjadi trending topic di twitter. Banyak muncul tafsiran dari berbagai pihak atas unggahan Anies Baswedan tersebut.

Terlebih, Anies mengunggah postingan tersebut pasca-dirinya diperiksa oleh pihak kepolisian terkait kasus pelanggaran protokol kesehatan berkaitan dengan acara Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini