Banjir Karangan Bunga untuk Jenderal Dudung, Netizen: Buat Sendiri, Heboh Sendiri!

Tim Okezone, Okezone · Selasa 24 November 2020 10:22 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 24 337 2314984 banjir-karangan-bunga-untuk-jenderal-dudung-netizen-buat-sendiri-heboh-sendiri-5pNjuekUfl.jpg Foto: Sindonews

JAKARTA - Sejumlah karangan bunga terus berdatangan di Markas Kodam Jaya, Cililitan, Jakarta Timur. Karangan bunga ini ditujukan untuk Pangdam Jaya Mayjen Dudung Abdurahman, yang ingin membubarkan Front Pembela Islam (FPI) serta menugaskan prajuritnya mencopoti spanduk dan baliho Habib Rizieq mendapat dukungan dari masyarakat.

(Baca juga: Jenderal Dudung Ingin Bubarkan FPI, Markas Kodam Jaya Dibanjiri Karangan Bunga)

Karangan bunga tersebut bertuliskan berbagai kalimat dukungan kepada TNI. Seperti TNI Dahsyat, Bravo TNI, Kami Putra Putrimu Selalu Mendukung Komando, Terima Kasih Karena Tidak Memihak Pada Penghina, Tapi Kalian Telah Memihak Pada Kebenaran, Terima Kasih Kepada Kodam Jaya, dan lain sebagainya. Foto-foto karangan bunga juga itu dibagikan oleh akun instagram @warung_jurnalis.

ist

(Baca juga: Jika FPI Ngotot Gelar Reuni 212, Pangdam Jaya: Saya Akan Tindak Tegas!)

Netizen pun ikut mengomentari unggahan dan banyak pula yang bingung mengenai maksud pemberian karangan bunga untuk Mayjen Dudung tersebut.

“Gak yakin gw klo dari pribadi warga..” tulis akun  @m.haviz93, dilihat Okezone, Selasa (24/11/2020)

“ Yaelah ini kubu sebelah yg apresiasi alias kaum pembenci” komentar @prio90s_

“Dari warga? Mending beli sembako kayanya drpd beli bunga, mubazir....dan saya sbg warga ga merasa ujar akun @amirakhmi

“Buat sendiri heboh heboh sendiri,” tulis akun @biodies3l

Ratusan karangan bunga itu mulai memenuhi ruas trotoal di depan Makodam Jaya. Warga yang melintas pun mengabadikan karangan bungan tersebut dengan selfie tepat di depan Makodam Jaya.

Sebelumnya, Panglima Daerah Komando Militer Jaya/Jayakarta (Pangdam Jaya) Mayjen TNI Dudung Abdurachman menegaskan semua pihak atau orang di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus taat hukum.

Penegasan itu dilontarkan menyusul ramainya soal pencopotan baliho Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab.

Menurut dia, jangan seenaknya sendiri seakan-akan FPI yang paling benar. “Jangan coba-coba pokoknya. Kalau perlu FPI bubarkan saja. Kalau coba-coba dengan TNI, mari. Sekarang kok mereka ini seperti yang ngatur. Suka-sukanya sendiri,” tegasnya.

(Salsabila Raihani)

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini