Terkait Pembelajaran Tatap Muka, Ketua MPR Minta Pemerintah Perhatikan Kekhawatiran Orangtua Siswa

Abdul Rochim, Koran SI · Senin 23 November 2020 15:13 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 23 337 2314538 terkait-pembelajaran-tatap-muka-ketua-mpr-minta-pemerintah-perhatikan-kekhawatiran-orangtua-siswa-PpoZQHxfkj.jpg Ketua MPR Bambang Soesatyo. (Dok Okezone/Muhamad Rizky)

JAKARTA – Pemerintah dalam hal ini Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) dan Pemerintah Daerah diminta memperhatikan kekhawatiran orang tua siswa terkait keputusan pemerintah pusat yang memperbolehkan kegiatan pembelajaran tatap muka mulai Januari 2021.

Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan, sebagai langkah untuk memperhatikan kehawatiran orang tua siswa, pemerintah harus memetakan terlebih dahulu daerah yang akan menerapkan kegiatan belajar-mengajar (KBM) secara tatap muka, berdasarkan peta zonasi wilayah penyebaran Covid-19 dari Satgas Penanganan Covid-19. Langkah ini penting agar pemerintah baik pusat maupun daerah dapat mempertimbangkan serta menetapkan keputusan KBM tatap muka secara tepat dan bijak.

Di sisi lain, Bamsoet meminta pemerintah daerah di masing-masing wilayah dan Satgas Penanganan Covid-19 bekerjasama dengan kepala sekolah untuk melakukan survei kesiapan sekolah yang akan menerapkan KBM secara tatap muka, guna memastikan kematangan dan kesiapan sekolah dalam menyelenggarakan KBM secara tatap muka. Hal itu mulai dari sarana prasarana, kesiapan dan kesehatan para tenaga pengajar hingga standar operasional prosedur (SOP) yang dimiliki setiap sekolah dalam mempersiapkan KBM secara tatap muka.

"Kami minta pemerintah pusat dan daerah secara bijak dalam menetapkan keputusan terkait akan dimulainya kembali KBM secara tatap muka, khususnya bagi sekolah yang berada di zona merah ataupun oranye, mengingat apabila KBM secara tatap muka dipaksakan di zona-zona tersebut, memiliki risiko tinggi terhadap penularan Covid-19 di sekolah yang akan membahayakan kesehatan dan keselamatan para tenaga pengajar dan siswa," katanya, Senin (23/11/2020).

Menurutnya, pihak sekolah harus terlebih dahulu membuka komunikasi dengan orangtua murid mengenai rencana dan kesiapan sekolah yang akan melakukan KBM secara tatap muka, guna memberikan keyakinan dan rasa aman bagi para orang tua murid untuk mengizinkan anaknya bersekolah kembali.

Baca Juga : Tingkat Penularan Covid-19 di Atas 10%, Pembelajaran Tatap Muka Dinilai Tidak Realistis

"Pemerintah daerah harus punya komitmen bersama pihak sekolah yang akan melakukan KBM harus secara tatap muka dalam mematuhi dan memahami protokol kesehatan pencegahan Covid-19 yang ditetapkan pemerintah, serta melengkapi sarana dan prasarana untuk mendukung pelaksanaan protokol kesehatan di sekolah serta secara rutin mengevaluasi pelaksanaannya," tuturnya.

Baca Juga : Anies Belum Putuskan DKI Gelar Pembelajaran Tatap Muka pada Januari 2021

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini