Cerita Jenderal Dudung saat FPI Hadang Satpol PP Copoti Baliho Habib Rizieq

Riezky Maulana, iNews · Senin 23 November 2020 13:34 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 23 337 2314439 cerita-jenderal-dudung-saat-fpi-hadang-satpol-pp-copoti-baliho-habib-rizieq-caTScuixpy.jpg Foto: Sindonews

JAKARTA – Ratusan spanduk dan baliho Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shibab di Jakarta dicopoti oleh prajurit TNI dari Kodam Jaya. Aksi para prajurit tersebut mendapat kritikan sejumlah pihak, karena bukan tugas TNI untuk menurunkan spanduk dan baliho yang bertebaran.

(Baca juga: FPI Protes Baliho Habib Rizieq Dicopoti, Pangdam Jaya: Memang Dia Ini Siapa!)

Namun, Panglima Komando Daerah Militer Jayakarta (Pangdam Jaya) Mayjen TNI Dudung Abudrachman mempunyai alasan menugaskan prajuritnya mencopoti baliho Habib Rizieq.

Menurutnya, aparat lain, seperti Satpol PP dan Polisi telah mencoba menurunkan baliho tersebut sejak dua bulan lalu, namun mendapat perlawanan dari massa yang diduga dari Front Pembela Islam (FPI).

"Yang mengkritik itu tidak tahu perjalanan ceritanya gimana penurunan baliho. Penurunan baliho itu sudah dua bulan yang lalu dilakukan. Satpol PP, polisi dan TNI bersama-sama kita lakukan,” ujar Dudung di Makodam Jaya, Cililitan, Jakarta Timur, Senin (23/11/2020).

(Baca juga: Jenderal Dudung Ingin Bubarkan FPI, Markas Kodam Jaya Dibanjiri Karangan Bunga)

“Nah kemudian, karena menurunkan Pol-PP, kemudian diadang oleh FPI, kemudian di demo disuruh masang lagi," sambungnya.

Jenderal bintang dua ini menambahkan, masyarakat banyak yang mendukung TNI melakukan pencopotan baliho Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu.

Dia pun menegaskan, terus perintahkan prajurit TNI untuk mencopoti spanduk dan baliho Habib Rizieq yang tersisa di Jakarta dan sekitarnya.

"Nah kritikan itu palingah sedikit, yang dukungnya mah kan banyak. Yang dukungnya itu lebih banyak,"tutupnya.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini