FPI Protes Baliho Habib Rizieq Dicopoti, Pangdam Jaya: Memang Dia Ini Siapa!

Riezky Maulana, iNews · Senin 23 November 2020 13:12 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 23 337 2314417 fpi-protes-baliho-habib-rizieq-dicopoti-pangdam-jaya-memang-dia-ini-siapa-CMMwaqyJqu.jpg Foto: Sindonews

JAKARTA - Panglima Komando Daerah Militer Jayakarta (Pangdam Jaya) Mayjen TNI Dudung Abudrachman memastikan, prajurit TNI akan terus mencopoti spanduk dan baliho Habib Rizieq yang tersisa di Jakarta dan sekitarnya.

Jenderal bintang dua ini mengatakan, masyarakat banyak yang mendukung TNI melakukan pencopotan baliho Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) itu.

(Baca juga: Jenderal Dudung Ingin Bubarkan FPI, Markas Kodam Jaya Dibanjiri Karangan Bunga)

"Nah kritikan itu palingah sedikit, yang dukungnya mah kan banyak. Yang dukungnya itu lebih banyak," ujar Dudung di Makodam Jaya, Cililitan, Jakarta Timur, Senin (23/11/2020).

Menurut Dudung, orang yang mengkritik instruksinya menurunkan baliho Habib Rizieq itu tidak tahu menahu perjalanannya. Menurutnya, aparat lain, seperti Satpol PP dan Polisi telah mencoba menurunkan baliho tersebut sejak dua bulan lalu.

(Baca juga: Jika FPI Ngotot Gelar Reuni 212, Pangdam Jaya: Saya Akan Tindak Tegas!)

"Yang mengkritik itu tidak tahu perjalanan ceritanya gimana penurunan baliho. Penurunan baliho itu sudah dua bulan yang lalu dilakukan. Satpol PP, polisi dan TNI bersama-sama kita lakukan. Nah kemudian, karena menurunkan Pol-PP, kemudian diadang oleh FPI, kemudian di demo disuruh masang lagi," sambungnya.

Dudung secara tegas menanyakan organisasi seperti apa FPI sampai-sampai pemerintah secara resmi seakan-akan dibuat takut oleh mereka. Menurutnya, FPI sepatutnya patuh dengan aturan yang telah dibuat pemerintah.

"Memangnya dia ini siapa? Organisasi apa? Kok pemerintah yang jelas, pemerintah itu kan jelas ya organisasinya, strukturnya sudah jelas kok bisa takut dengan mereka, mereka ini siapa?" ucapnya

"Saya tidak ingin ada keresahan-keresahan dengan membuat aturan-aturan yang menurut dia sendiri. Ini negara hukum harus ada ketetapan hukumnya yang benar ya," tegasnya.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini