KPK Setor Rp2,36 Miliar Uang Pengganti Eks Pejabat PUPR Muara Enim

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 23 November 2020 13:05 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 23 337 2314410 kpk-setor-rp2-36-miliar-uang-pengganti-eks-pejabat-pupr-muara-enim-UYoHvowEO6.jpg Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri (Foto: Okezone)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan penyetoran seluruh cicilan uang pengganti terpidana mantan Kepala Bidang Pembangunan Jalan dan Jembatan Dinas PUPR Kabupaten Muara Enim, Elfin MZ Muchtar, ke kas negara. Keseluruhan uang pengganti Elfin yang disetorkan KPK ke kas negara sebesar Rp2.365.000.000 (Rp2,36 miliar).

"Jaksa eksekutor KPK telah selesai melaksanakan putusan mejelis hakim terhadap amar putusan pembayaran uang pengganti sehingga terpidana telah melunasi pembayaran uang sebesar Rp2.365.000.000 secara bertahap," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri saat dikonfirmasi, Senin (23/11/2020).

Baca Juga:  Hong Arta Didakwa Suap Mantan Anggota DPR dan Kepala BPJN IX Maluku

Dijelaskan Ali, Elfin Muchtar melunasi pembayaran uang penggantinya dengan cara mencicil. Pertama, pada 1 Juli 2020 sejumlah Rp600 juta; pada 22 September 2020 sebesar Rp1 miliar; terakhir, pada 12 November 2020 sebanyak Rp765 juta.

Elfin Muhctar merupakan terpidana penerima suap dari kontraktor Robi Okta Fahlevi terkait pengerjaan 16 paket proyek jalan di Kabupaten Muara Enim.

Elfin divonis bersalah dan dijatuhi pidana selama 4 tahun penjara serta denda sejumlah Rp200 juta subsidair 6 bulan kurungan oleh Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Palembang.

Ia juga dibebankan untuk membayar uang pengganti sekira Rp2,3 miliar dengan ketentuan apabila terdakwa tidak membayar uang pengganti dalam waktu satu bulan sesudah putusan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh Jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti tersebut.

Baca Juga:  Kasus Proyek PUPR, KPK Tahan Bos PT Sharleen Raya Hong Artha 

Namun, apabila terdakwa tidak mempunyai harta benda yang mencukupi untuk membayar uang pengganti, maka diganti dengan pidana penjara selama delapan bulan.

Dalam perkara ini, Elfin yang juga merupakan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terbukti menjadi perantara suap Bupati Muara Enim, Ahmad Yani dalam mengatur pembagian uang fee proyek di Kabupaten Muara Enim.

Ia terbukti menerima suap dari kontraktor Robi Okta Fahlefi berupa uang tunai sebesar Rp1 miliar, tanah senilai Rp2 miliar di wilayah Tangerang, dan sepasang sepatu basket seharga Rp25 juta.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini