KPK Panggil Petinggi Perusahaan Swasta Terkait Pengembangan Suap "Ketok Palu" di Jambi

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 23 November 2020 12:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 23 337 2314387 kpk-panggil-petinggi-perusahaan-swasta-terkait-pengembangan-suap-ketok-palu-di-jambi-ecKUHOvaNJ.jpg KPK (Dok Okezone)

JAKARTA – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengagendakan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait pengembangan kasus suap pengesahan alias “ketok palu” RAPBD Jambi tahun anggaran 2017. Para saksi dalam perkara ini rencananya diperiksa di Mapolda Jambi.

"Hari ini, bertempat di Kantor Polda Jambi, Jalan Jenderal Sudirman Nomor 45 Kota Jambi, diagendakan pemeriksaan para saksi penyidikan dalam perkara pengembangan dugaan suap pengesahan RAPBD Jambi TA 2017," kata Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri melalui pesan singkatnya, Senin (23/11/2020).

sejumlah saksi yang diagendakan diperiksa hari ini yaitu, Direktur PT Chalik Suleiman Bersaudara; Ali Tonang alias Ahui; Direktur Utama PT Sumber Swarnanusa, Joe Fandy alias Asiang; Komisaris PT Chalik Suleiman Bersaudari, Lily; Mantan Kabid Bina Marga Dinas PUPR Jambi, Budi Nurahman.

Kemudian, Direktur Utama PT Sinar Utama Indah Lestari Abadi, Hendri; Kasi Perencanaan Tata Ruang dan Pertanahan pada Dinas PUPR Propinsi Jambi, Hendri Eriadi; Direktur PT Sumber Sumber Swarnanusa, Lina; Karyawan Swasta, Norman Robert; Direktur Utama PT Rudy Agung Laksana, Rudy Lidra Amidjaja.

Selanjutnya, Direktur Utama PT Air Tenang, Andi Putra Wijaya; Direktur Utama PT Perdana Lokaguna, Kendrie Aryon alias Akeng; Mantan Kepala Badan Penghubung Daerah Provinsi Jambi di Jakarta, Amidy; serta dua wiraswasta, Ismail Ibrahim dan Apif Firmansyah.

Sekadar informasi, KPK tengah melakukan penyidikan terkait pengembangan kasus dugaan suap pengesahan RAPBD Jambi tahun anggaran 2017. Sejalan dengan adanya proses penyidikan, KPK telah menetapkan tersangka baru dalam kasus ini.

Sayangnya, KPK masih enggan membeberkan siapa saja tersangka baru dalam pengembangan perkara ini. "Untuk pihak-pihak yang ditetapkan sebagai tersangka, belum bisa kami sampaikan saat ini," ucap Ali Fikri, beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, KPK telah lebih dulu menetapkan 12 anggota DPRD Jambi dan satu pihak swasta sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap ketok palu ‎pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018 yang menyeret mantan Gubernur Jambi, Zumi Zola Zulklifli.

13 tersangka tersebut yakni, Ketua DPRD Jambi, Cornelis Buston; Wakil Ketua DPRD Jambi, AR Syahbandar dan Chumaidi Ziadi; Ketua Fraksi Golkar, Sufardi Nurzain; Ketua Fraksi Restorasi, Nurani Cekman; serta Ketua Fraksi PKB, Tadjudin Hasan.

Selanjutnya, Ketua Fraksi PPP, Parlagutan Nasution; Ketua Fraksi Gerindra, Muhamadiyah; Pimpinan Komisi III, Zainal Abidin; Anggota DPRD, Elhelwi; Gusrizal, Effendi Hatta, dan pihak swasta Joe Fandy Yoesman alias Asiang.

Diduga, para legislator Jambi tersebut mempunyai peran masing-masing untuk memuluskan ketok palu ‎pengesahan RAPBD Provinsi Jambi tahun 2018. Perannya tersebut meliputi meminta uang, menagih kesiapan uang, melakukan pertemuan, hingga meminta uang ketok palu.

Baca Juga : KPK Periksa 10 Mantan Anggota DPRD Jambi terkait Dugaan Suap 'Ketok Palu'

KPK telah merampungkan berkas penyidikan terhadap para tersangka tersebut. Saat ini, mereka sedang menjalani proses persidangan di pengadilan.

Baca Juga : Tiga Mantan Anggota DPRD Jambi Segera Diadili terkait Suap 'Ketok Palu'

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini