Cegah Penyebaran Covid-19, Epidemiolog Minta Mobilisasi Pilkada Dibatasi

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Senin 23 November 2020 06:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 23 337 2314138 cegah-penyebaran-covid-19-epidemiolog-minta-mobilisasi-pilkada-dibatasi-LVhaoJ3Kxc.jpg Ilustrasi (Dok. okezone)

JAKARTA - Epidemiolog Universitas Griffith Australia Dicky Budiman mengingatkan jika Pilkada Serentak 2020 rawan menjadi potensi penyebaran Covid-19.

Pasalnya, kata Dicky, gelombang pertama pandemi Covid-19 di Indonesia belum berakhir dan angkanya masih terbilang tinggi. Oleh karenanya dia berharap tak ada kegiatan mobilisasi massa seperti Pilkada Serentak.

“Maka segala jenis kerumanan dan mobilisasi masa ya ditiadakan atau dibatasi seminimal mungkin.Termasuk pilkada,” kata Dicky saat dihubungi, Senin (23/11/2020).

Dicky menekankan, menekan jumlah angka kerumunan memiliki kaitan dengan keberhasilan vaksinasi terkait Covid-19. Oleh sebab itu dia berharap pemerintah dapat konsisten dan komut melandaikan kurva pandemi virus Corona.

Baca Juga: Ini Langkah Antisipasi Kemenkes Jika Pasien Covid-19 Melonjak Drastis

“Kalau mau konsisten komit dengan pengendalian pandemi,” tegasnya.

Satgas Penanganan Covid-19 merilis data perkembangan kasus Covid-19 di Tanah Air, Minggu (22/11/2020). Per hari ini, terdapat 4.360 kasus baru Covid-19. Sehingga jumlah keseluruhan kasus corona mencapai 497.668 kasus.

DKI Jakarta menyumbang angka penambahan positif tertinggi yakni 1.342 kasus. Kemudian disusul Jawa Tengah 477 kasus, Jawa Barat 372 kasus, Jawa Timur 295 kasus, dan Sumatera Barat 229 kasus.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini