Kemendagri Sebut Kerumunan Massa Akhir-Akhir Ini Mengkhawatirkan

Riezky Maulana, iNews · Minggu 22 November 2020 12:04 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 22 337 2313896 kemendagri-sebut-kerumunan-massa-akhir-akhir-ini-mengkhawatirkan-E79zGBTRae.jpg Kerumunan massa di kawasaan Megamendung, Bogor. Foto: dok.Okezone

JAKARTA - Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kementerian Dalam Negeri (Dirjen Bina Adwil Kemendagri) Safrizal ZA menyebut banyaknya kasus kerumunan massa yang muncul akhir-akhir ini sangat mengkhawatirkan.

Menurutnya, pada masa awal-awal pandemi Covid-19, kerumunan massa menjadi salah satu penyebab utama penyebaran virus.

Safrizal pun menyontohkan penyebaran Covid-19 pasca diselenggarakannya Tablig Akbar Ijtima Ulama Dunia di Gowa, Sulawesi Selatan, beberapa waktu lalu.

"Karena kerumunan kemarin sangat mengkhawatirkan. Dahulu Covid-19 itu mulai menyebar ke seluruh Indonesia karena kerumunan juga, yaitu kerumunan Gowa yang akhirnya menyebar," tuturnya dalam sebuah webinar, Minggu (22/11/2020).

Terkait kasus kerumunan yang terjadi di Gowa, kata Safrizal, setelah ditelusuri lebih jauh lagi, sebanyak 50 orang dari total warga yang meninggal berasal dari kerumunan tersebut. Namun, dia tidak mendetilkan daerah mana yang disinggungnya.

Baca Juga:  Hindari Kerumunan Massa, Habib Rizieq Minta Maaf Tak Bisa Penuhi Undangan Kegiatan

"Bahkan di sebuah daerah itu dari 100 orang yang meninggal dunia, setengahnya karena terpapar di Gowa, yang acara Tabligh Akbar," ucapnya.

Dia menjelaskan, penyontohan kerumunan Tablig Akbar bukanlah persoalan keagamaan, akan tetapi lebih kepada kepentingan keselamatan masyarakat luas.

Oleh karenanya, kata Safrizal, hal itu lah yang menjadi titik perhatian Presiden Joko Widodo ketika menginstruksikan Mendagri Tito Karnavian menerbitkan Instruksi Mendagri Nomor 6/2020 tentang Penegakan Protokol Kesehatan (Prokes) untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19.

"Ini bukan soal keagamaan, tetapi soal keselamatan. Sehingga Pak Presiden memerintahkan, tolong diingatkan semua kepala daerah bahwa usaha yang kita lakukan, korban yang berjatuhan, entah dari tenaga kesehatan, aparat, dari masyarakat ini jangan sampai terulang kembali," katanya.

Baca Juga: Polda Jabar Akan Periksa Habib Rizieq soal Kerumunan Massa di Megamendung

Sebelumnya, Tito Karnavian selaku Mendagri menerbitkan Instruksi Mendagri No.6/2020 tentang Penegakan Protokol Kesehatan untuk Pengendalian Penyebaran Covid-19. Instruksi ini diterbitkan untuk menindaklanjuti arahan Presiden Joko Widodo agar kepala daerah konsisten menegakan protokol kesehatan dan setidaknya terdapat enam instruksi yang harus dilakukan kepala daerah.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini