Maju Caketum IMI, Bamsoet Dorong Pembangunan Sirkuit Formula 1 di Bali

Fahmi Firdaus , Okezone · Sabtu 21 November 2020 07:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 21 337 2313477 maju-caketum-imi-bamsoet-dorong-pembangunan-sirkuit-formula-1-di-bali-0IWS9diys9.jpg foto: ist

BALI - Gubernur Bali, I Wayan Koster mendukung penuh Ketua MPR RI Bambang Soesatyo untuk maju sebagai Ketua Umum Ikatan Motor Indonesia (IMI) periode 2020-2024. Sebelumnya, dukungan juga sudah datang dari 24 Pengurus Provinsi (Pengprov) IMI.

(Baca juga: Gus Miftah: Masa Dalam Tubuhnya Ada Darah Nabi Menghina Orang Lain!)

Dukungan Gubernur Bali tersebut melengkapi dukungan 24 Pengprov IMI dari seluruh Indonesia yang telah disampaikan sebelumnya.

“Insya Allah dukungan dan kepercayaan yang telah diberikan menjadi modal kuat untuk memajukan olahraga bermotor di Indonesia," ujar Bamsoet setelah bertemu Gubernur Bali I Wayan Koster bersama para ketua IMI Provinsi se-Indonesia , Jumat (20/11/20).

(Baca juga: Bamsoet Dukung TNI-Polri Terlibat Dalam Vaksinasi Massal Covid-19)

Dalam pertemuan tersebut dirinya juga mendorong dibuatnya sirkuit Formula 1 (F1) dan MXGP di Bali. Sebagai tujuan destinasi wisata yang sudah mendunia dengan keunggulan wisata alam dan budaya, Bali juga punya potensi besar untuk dikembangkan menjadi wisata otomotif.

"Karenanya, pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Bali perlu mulai membuat rencana strategis membangun Sirkuit F1. Tak perlu menggunakan uang APBN atau APBD secara penuh, pembangunan sirkuit bisa dilakukan dengan menggandeng investor. IMI siap menjembataninya," ujar Dewan Pembina IMI 2016-2020 tersebut.

Oleh karena itu dia berharap, agar Indonesia dapat memiliki sirkuit F1 dan tidak kalah dengan negara tetangga di skala ASEAN yang sudah memiliki sirkuit F1. Seperti Malaysia dengan Sirkuit Sepang, Singapura dengan Sirkuit Jalan Raya Marina Bay, dan Vietnam dengan Sirkuit Jalan Raya Hanoi.

"Sebagai negara terbesar dari segi luas wilayah, jumlah penduduk, maupun kekuatan ekonomi, Indonesia sepatutnya sudah bisa membuat sirkuit F1. Saya usulkan pembangunannya lebih tepat di Bali. Selain karena kondisi sosial masyarakat yang mendukung, para pecinta F1 rasanya juga tak akan keberatan datang ke Bali. Mereka bisa datang menonton keseruan balapan, setelah itu menikmati berbagai destinasi wisata alam dan budaya di Bali," jelas Bamsoet.

Ketua Dewan Pembina Motor Besar Indonesia (MBI) ini memaparkan, penyelenggaraan F1 di berbagai negara bisa mendatangkan keuntungan hingga triliunan rupiah. Sebagai contoh, perusahaan akuntan global PricewaterhouseCoopers memperkirakan Azerbaijan mendapatkan keuntungan ekonomi mencapai USD 506 juta dollar atau sekitar Rp 7 trilun selama empat tahun menyelenggarakan F1.

"Selain keuntungan ekonomi, prestise atau kebanggaan sebagai sebuah bangsa juga akan hadir. Dengan adanya sirkuit F1, industri olahraga nasional juga akan semakin meningkat. Para generasi muda juga akan semakin serius menekuni profesi atlet, karena ada kejelasan," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini