Pembelajaran Tatap Muka, Kak Seto Minta Keselamatan Anak Dikedepankan

Fakhrizal Fakhri , Okezone · Sabtu 21 November 2020 06:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 21 337 2313450 pembelajaran-tatap-muka-kak-seto-minta-keselamatan-anak-dikedepankan-MZjCuoYA7k.jpg Seto Mulyadi. (Dok Okezone)

JAKARTA – Ketua Umum Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI) Seto Mulyadi meminta pemerintah daerah (pemda) mengedepankan keselamatan anak setelah diberikan izin untuk memutuskan pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM) berdasarkan SKB empat menteri.

"Mohon juga mengedepankan yang terbaik bagi anak. Hak keselamatan anak, hak dalam hidupnya harus terpenuhi. Kemudian hak sehatnya juga begitu," kata pria yang akrab disapa Kak Seto saat dihubungi Okezone, Sabtu (21/11/2020).

Kak Seto juga menyoroti lima kesiapan pemda dalam membuka PTM di sekolah-sekolah yang ada di wilayah administratifnya. Pertama, kata dia, siap wilayah.

"Apakah sudah hijau atau belum. Lalu misalnya daerah sekolah itu hijau tapi adakah atau tidak anak yang datang, atau guru dan pegawai sekolah yang datang dari daerah tidak hijau. Kemudian bisa menjadi pembawa, OTG dan sebagainya," tuturnya.

Kedua, PTM bisa dibuka jika ada kesiapan anak mulai dari konsisten memakai masker dan protokol kesehatan lainnya. "Atau nanti malah tukar menukar masker 'wah masket kamu bagus'. 'Pinjam dong', itu berbahaya," ucap dia.

Siap ketiga yakni dari sisi keluarga. Ia menjelaskan, apakah keluarga telah siap untuk membekali anaknya dengan disiplin protokol kesehatannya, termasuk membawa bekal dari rumah agar anak tidak jajan sembarangan.

"Keempat siap sekolahnya. Sekolahnya ada tidak air megalir untuk cuci tangan, ada hand sanitizer? Lalu menjanya dengan jaga jarak sehingga 50 persen paling yang hanya boleh masuk secara bergantian," sambung dia.

"(Kelima) siap infrastrukturnya untuk datang kesekolah, apakah pakai kendaraan yang berdesakan atau jalan kaki saling bergandengan tangan. Nanti bisa-bisa bercanda dan sebagainya. Kalau semua terpenuhi masih bisa ditoleransi. Tapi satu saja tidak siap ya mohon jangan dulu," tutur Kak Seto.

Kak Seto mendorong agar kewenangan pembukaan sekolah diberikan kepada pemda bisa diputuskan terpusat dengan tetap melibatkan Satgas Covid-19, Kemenkes, hingga Kemendikbud.

Baca Juga : Sistem Pembelajaran Tatap Muka Bergantung Perkembangan Penanganan Covid-19 di Daerah

"Masyarakat dan orang tua juga diberi hak untuk memutuskan misalnya tidak layak untuk anaknya dan melindungi anaknya. Sehingga diberi hak untuk juga menentukan menolak diwajibkan untuk sekolah," tuturnya.

Baca Juga : Pembelajaran Tatap Muka Dimulai Januari, Menkes Optimalkan Fungsi Puskesmas

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini