Kemendagri Sebut Ormas Sebaiknya Terdaftar, Jika Tidak Ini Dampaknya

Dita Angga R, Sindonews · Sabtu 21 November 2020 04:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 21 337 2313408 kemendagri-sebut-ormas-sebaiknya-terdaftar-jika-tidak-ini-dampaknya-P60pLfOFMi.jpg Kapuspen Kemendagri, Benni Irwan. (Dok Kemendagri)

JAKARTA---Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Benny Irwan mengatakan bahwa seharusnya FPI terdaftar terdaftar. Meskipun memang ada ormas yang tidak terdaftar.

“Seharusnya terdaftar,” katanya saat dihubungi, Jumat (20/11/2020).

Dia mengaku soal dampak jika ormas tidak terdaftar memang harus dikaji lebih dulu. Namun dengan terdaftar maka akan lebih jelas status dan aktivitasnya.

“Kalau mau lihat dampak, maka kita perlu lakukan kajian terlebih dahulu. Namun untuk lebih mengetahui status, keberadaan, aktivitas dan lain sebagainya serta berdasarkan aturan. Maka setiap ormas ke depan harus terdaftar,” ungkapnya.

Pada Juli tahun lalu, saat Dirjen Polpum Kemendagri dijabat oleh Soedarmo menyebutkan bahwa ada dampak jika ormas tidak terdaftar. Soedarmo mengatakan bahwa ormas memang bisa terdaftar dan tidak. Namun memang ada perbedaan di antara keduanya.

“Artinya memang ada perbedaan signifikan terhadap ormas bersangkutan. Kalau punya badan hukum baik dari Kemenkumham, Kemenlu maupun Kemendagri kita memberikan pelayanan. Bisa bentuknya kerjasama atau dana bansos. Bagi yang tidak terdaftar tidak mendapatkan itu,” katanya di Kantor Kemendagri, Rabu 31/7/2019.

Pada saat itu FPI tengah dalam proses memperpanjang surat keterangan terdaftar (SKT) sebagai Ormas. Ditanyakan apakah FPI selama ini menerima bansos pemerintah, Soedarmo menyebut ada beberapa daerah. Namun dia tidak menyebutkan daerah mana saja.

Baca Juga : Jimly Asshiddiqie Minta Persoalan Habib Rizieq Diselesaikan dengan Tenang, Jangan seperti Mau Perang

“Sepertinya ada di beberapa daerah,” tuturnya.

(erh)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini