Haji Lulung Heran Balihonya soal Patuhi Prokes Covid-19 Dicopot Oknum TNI

Arie Dwi Satrio, Okezone · Jum'at 20 November 2020 21:35 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 20 337 2313343 haji-lulung-heran-balihonya-soal-patuhi-prokes-covid-19-dicopot-oknum-tni-8iD4JCEySF.jpg Anggota DPR, Haji Lulung (Foto: Okezone)

JAKARTA - Anggota DPR RI Abraham Lunggana alias Haji Lulung kecewa baliho bergambar dirinya yang berisi mengkampanyekan patuhi protokol kesehatan Covid-19 dicopot oleh oknum TNI pada Jumat (20/11/2020).

Dia mengaku bingung, baliho berukuran 3×5 yang juga terpasang gambar Habib Rizieq, yang merupakan seorang ulama di Jakarta tersebut diturunkan secara paksa tanpa sebab atau tanpa pemberitahuan terlebih dahulu.

"Ya, ini tadi tentara tiba-tiba menggeruduk posko saya, terus baliho saya dirusak dan dicopot paksa oleh oknum tentara lengkap berseragam barakuda, kejadiannya tadi sebelum jumatan. Kenapa tentara kok jadi begini?," kata Lulung dalam keterangan tertulis, Jumat (20/11/2020).

Dia menjelaskan, bahwa baliho tersebut sudah terpasang cukup lama, dengan tujuan mengajak warga Jakarta hidup sehat dengan mematuhi protokol kesehatan.

"(Dipasang) Sejak sekitar 3 bulan lalu untuk kampanye mencegah Covid 19. Sebelum HRS pulang ke Indonesia," ujarnya.

Terkait adanya gambar Habib Rizieq Shihab, dia menanyakan ihwal ketentuan hukum dan perundang-undangan apa yang telah dilanggarnya sehingga membuat baliho yang juga berisi gambar logo Bamus Betawi itu dirusak.

Baca Juga: Ridwan Kamil: 5 Warga Positif Covid-19 Usai Acara Habib Rizieq di Megamendung

"Begini ya, kalau yang dipersoalkan gambar Habib Rizieq, emang beliau teroris? Musuh negara?. Waktu itu alasan saya memasang gambar Habib Rizieq karena beliau adalah seorang ulama yang saya yakini akan lebih mudah dalam menyampaikan pesan protokol kesehatan agar ditaati oleh masyarakat di Jakarta. Jadi, di mana salahnya?," ujarnya.

Dia menegaskan, bahwa pemasangan baliho tersebut memiliki tujuan baik dan demi kebaikan warga masyarakat Jakarta di Ibu Kota. Sehingga, menurutnya, penurunan sepihak yang dilakukan tentara ini sama sekali tidak bisa dibenarkan.

"Jujur, saya tersinggung gambar saya dirusak dan dicopot begitu saja, saya ini anggota DPR, ini sudah enggak bener," katanya

Dia meminta agar TNI melaksanakan tugasnya sesuai UU Nomor 34 Tahun 2004 Tentang Tentara Nasional Indonesia yakni menjaga pertahanan negara.

"TNI jangan melanggar tupoksinya, nanti rakyatnya bingung. Awas, hati-hati ada adu domba TNI Vs rakyat," kata dia.

Sebelumnya, Pangdam Jaya Mayjen TNI Dudung Abdurachman menyebut penurunan baliho Habib Rizieq Syihab yang dilakukan personel TNI atas perintahnya.

Dudung menyatakan, pihaknya bakal mencopot semua baliho pentolan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab yang terpasang sembarangan serta berisi ajakan revolusi akhlak.

Dudung mengatakan pembersihan itu akan dilakukan menyusul pencopotan baliho bergambar foto Rizieq oleh sekelompok orang berseragam loreng. Dudung pun mengakui bahwa prajurit TNI yang melakukan pencopotan itu atas perintahnya.

"Ini (baliho) akan saya bersihkan semua, tidak ada itu baliho yang mengajak revolusi dan segala macam," kata Dudung usai menggelar apel TNI persiapan Pilkada di kawasan Monas, Jakarta, Jumat (20/11/2020).

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini