Pencopotan Baliho Habib Rizieq, Wasekjen MUI : TNI-Polri Jangan Mau Diadu Domba

Bima Setiyadi, Koran SI · Jum'at 20 November 2020 16:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 20 337 2313201 pencopotan-baliho-habib-rizieq-wasekjen-mui-tni-polri-jangan-mau-diadu-domba-CJgb3BAwtE.jpg Baliho Habib Rizieq dicopot TNI (Foto : Sindo)

JAKARTA - Polri dan TNI yang merespons kegiatan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) menuai pro dan kontra. Diketahui, Polri menyatakan pencopotan atribut tersebut merupakan kebijakan Kodam Jaya dan enggan terlalu banyak berkomentar.

Soal hal tersebut, sejumlah penggiat sosial menyayangkan sikap agresif Polri dan TNI dalam mengatasi HRS.

Salah satunya Wakil Sekjen Majelis Ulama Indonesia (MUI), Tengku Zulkarnaen. Dalam media sosial twitter, dia menyoroti pencopotan Baliho HRS oleh TNI. Dia meminta TNI dan Polri jangan mau diadu domba sesama bangsa Indonesia.

"Pencopotan baliho oleh TNI. Jangan mau diadu domba sesama bangsa Indonesia. TNI dan Polri dan rakyat Indonesia adalah bersaudara. Jangan karena pilihan atau tekanan Politik kita berpecah belah. Rezim boleh silih berganti tapi NKRI tidak. Suriah sdh jadi bukti kehancuran itu. Siap bersatu? Merdeka..," kata Tengku Zulkarnaen dalam twitternya, Jumat (20/11/2020).

Baca Juga : Baliho Habib Rizieq Dicopoti TNI, Polri Ogah Ikut-ikutan

Sedangkan akun lainnya @Kakekhalal menuliskan, "Ada Baju Loreng Menurunkan Baliho Riziek, Itu Perintah Saya !!! Bravo Pangdam Bravo TNI," tulisnya.

Sementara itu, akun @kafiradikalis juga menuliskan, "...Sebelumnya Pangdam Jaya bilang bahwa acara pernikahan anak HRS telah sesuai prokes. Gak berapa lama kemudian dia membenarkan penurunan baliho HRS atas perintahnya walaupun beda keterangan dengan Puspen TNI. Sekaliber Pangdam Jaya aja tertarik oleh medan magnet HRS...," pungkasnya.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini