Hari Anak Internasional, BPIP Luncurkan Panca Main Indonesia

Felldy Utama, iNews · Jum'at 20 November 2020 16:02 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 20 337 2313146 hari-anak-internasional-bpip-luncurkan-panca-main-indonesia-SFuSa1KmbC.jpg BPIP luncurkan Panca Main Indonesia di Hari Anak Internasional (Foto: Felldy Utama)

JAKARTA - Bertepatan dengan hari anak Internasional (World Children Day) yang jatuh pada hari ini, Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) secara resmi meluncurkan Panca Main Indonesia. Diketahui, Panca Main menjadi sarana belajar menanamkan nilai-nilai Pancasila sekaligus melestarikan permainan tradisional.

"Dengan mengucap Bismillahirohmanirrahim, dengan ini saya luncurkan Panca Main Indonesia," ucap Ketua BPIP Yudian Wahyudi saat meluncurkan produk Panca Main Indonesia di Perpustakaan Nasional, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020).

Baca Juga:  Hari Anak Sedunia, UNICEF: Masa Depan Seluruh Generasi Terancam karena Pandemi

Yudian menyampaikan, gagasan Panca Main sendiri sebagai wujud nyata kontribusi BPIP pada acara-acara alternatif dalam proses pembelajaran dan pengembangan karakter anak. Di mana, hal ini juga sesuai dengan tugas dan fungsi pokok BPIP dalam pembinaan ideologi Pancasila.

Adapun, kata dia, pesan moral yang terkandung dalam Panca Main Indonesia ini juga diharapkan menjadi rujukan bagaimana pesan Pancasila dapat disampaikan dengan cara-cara alternatif yang tidak didoktiner, dan lebih sesuai dengan perkembangan psikologi komunitas sasaran.

"internalisasi nilai-nilai Pancasila ini insyaAllah akan menguatkan karakter generasi bangsa dan pada akhirnya ketahanan negara. Produk Panca main adalah bagian ikhtiar kami untuk tetap optimis, kreatif, dan produktif terutama untuk masa depan anak-anak Indonesia," tutur dia.

Setelah meluncurkan secara resmi Panca Main Indonesia, BPIP juga menyerahkan produk permainan tradisional tersebut kepada perpustakaan nasional. Kepala Perpusnas, Muhammad Syarif Bando pun mengapresiasi persembahan tersebut.

Baca Juga:  Sejarah Hari Anak Sedunia yang Diperingati Setiap 20 November

Menurut dia, ini menjadi satu wahana baru serta pembelajaran baru untuk memastikan anak-anak Indonesia memahami tentang perjalanan sejarah bangsanya, sekaligus bisa tertanam di hati nuraninya tentang kebudayaan yang asli.

"Sehingga tercabut dari akar budayanya karena pengaruh globalisasi. Jadi, ini luar biasa bagus saya kira," tutup Syarif.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini