Menkes: Pembelajaran Tatap Muka Kini Tak Berdasar Zona Penyebaran Covid-19

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 20 November 2020 15:59 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 20 337 2313142 menkes-pembelajaran-tatap-muka-kini-tak-berdasar-zona-penyebaran-covid-19-C5dAfiTV7E.jpg Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto (Foto: Okezone)

JAKARTA - Menteri Kesehatan, Terawan Agus Putranto mengatakan pembelajaran tatap muka mulai saat ini tidak berdasarkan zonasi penyebaran Covid-19. Namun, menjadi kebijakan dari pemerintah daerah setempat.

Terawan mengatakan pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia sejak Maret 2020, mengakibatkan pemerintah mengambil langkah kebijakan untuk melindungi kesehatan dan keselamatan warga masyarakat, terlebih terhadap kelompok rentan termasuk anak usia sekolah.

“Salah satu kebijakan adalah pembelajaran dari rumah yang bertujuan untuk memastikan tetap terpenuhinya hak peserta didik untuk mendapatkan layanan pendidikan selama masa darurat Covid-19,” katanya Terawan dalam Pengumuman Penyelenggaraan Pembelajaran Semester Genap TA 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19 secara virtual, Jumat (20/11/2020).

Terawan mengatakan pembelajaran jarak jauh atau belajar dari rumah telah dilakukan hampir satu tahun ini sudah dilakukan kajian dan evaluasi, ternyata banyak hal dinilai ada berbagai kendala.

Baca Juga: Mendikbud: Sekolah Tatap Muka Semua Zona Dimulai Januari 2021

“Seperti ada ancaman anak putus sekolah, meningkatnya risiko stres pada anak, terjadinya kekerasan pada anak, kesenjangan capaian belajar dan learning loss, yang tentu saja berpengaruh pada perkembangan anak,” katanya.

Terkait hal tersebut, kata Terawan, dalam rangka meningkatkan upaya pemenuhan hak pendidikan bagi anak.

“Maka penyelenggaraan pembelajaran melalui tatap muka pada Semester Genap 2020 yang akan datang, tidak lagi berdasarkan pada zonasi penyebaran Covid-19. Namun merupakan kebijakan dari pemerintah daerah setempat,” tegasnya.

“Dalam hal ini, pemerintah daerah dapat memberikan keputusan yang tepat dalam pemberian izin pembukaan kembali satuan pendidikan di wilayahnya dengan tetap mengedepankan aspek kesehatan dan keselamatan anak, guru, keluarga dan masyarakat,” jelas Terawan. (kha)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini