Satgas Covid-19: Pembelajaran Tatap Muka Tidak Harus Dilakukan Serentak

Binti Mufarida, Sindonews · Jum'at 20 November 2020 15:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 20 337 2313132 satgas-covid-19-pembelajaran-tatap-muka-tidak-harus-dilakukan-serentak-qFf04FMHfW.jpg Ketua Satgas Covid-19, Doni Monardo (Foto: Satgas Covid-19)

JAKARTA - Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Doni Monardo menegaskan pembelajaran tatap muka tidak harus dilaksanakan serentak.

Pasalnya, ancaman penyebaran Covid-19 masih terjadi. Sehingga, harus tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk menekan laju penyebaran Covid-19

“Pembelajaran tatap muka tidak harus serentak se-kabupaten/kota, tapi bisa bertahap di tingkat Kecamatan, Kelurahan, Desa. Dengan tetap menekankan pada penekanan laju penyebaran virus Covid dengan menerapkan protokol kesehatan yang sangat ketat sebagaimana tadi yang telah disampaikan oleh Bapak Mendikbud (Nadiem Makarim),” ungkap Doni dalam Pengumuman Penyelenggaraan Pembelajaran Semester Genap TA 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19 secara virtual, Jumat (20/11/2020).

Doni menegaskan bahwa ancaman Covid-19 masih terjadi. “Namun karena ancaman penyebaran Covid ini masih terjadi, diharapkan pemerintah daerah untuk mempertimbangkannya secara matang sebelum berikan izin pembelajaran tatap muka. Dan memperhatikan mekanisme pemberian izin dan daftar periksa yang telah ditentukan pemerintah pusat melalui SKB ini,” kata Doni.

Baca Juga: Mendikbud: Sekolah Tatap Muka Semua Zona Dimulai Januari 2021

Doni pun mengharapkan sebelum kegiatan pembelajaran tatap muka dimulai, semua pihak harus bisa memahami betul yang telah dibuat oleh Mendikbud.

“Baik itu para pejabat tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, para para Kepala Dinas dan juga orang tua harus mendapatkan informasi yang utuh. Termasuk juga menurut saya, perlu dilakukannya simulasi-simulasi sebelum kegiatan ini dimulai,” katanya.

Selain itu, Doni berharap dilakukan penataran sebagai bagian dari simulasi pembelajaran tatap muka. “Termasuk juga besar harapan saya, seluruh Kepala Daerah bisa menyelenggarakan penataran. Kita masih punya waktu satu bulan lebih. Dan diharapkan penataran ini untuk bisa menjadi bagian simulasi, agar semua aturan yang ada itu diketahui untuk dilakukan dan dilaksanakan dengan sebaik-baiknya.”

“Mudah-mudahan kerjasama para Menteri dan juga Pemerintah Daerah di tingkat Provinsi, Kabupaten/Kota, serta pejabat-pejabat terkait, didukung oleh orangtua dan pemerhati pendidikan, kiranya program ini bisa berjalan lebih baik,” tambah Doni.

Doni mengatakan agar kegiatan pembelajaran tatap muka bisa diberhentikan jika dalam perkembangannya ditemukan risiko masalah kesehatan dan keselamatan pada murid dan guru.

“Manakala terdapat perkembangan yang menjurus kepada risiko keamanan, terutama menyangkut masalah kesehatan keamanan dan keselamatan para murid dan juga guru mohon bisa dilakukan pemberhentian sementara sampai dengan situasi menjadi lebih baik lagi,” tegasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini