FPI Doakan Jokowi Berumur Pendek, PBNU: Bukan Akhlak Nabi

Abdul Rochim, Koran SI · Jum'at 20 November 2020 15:15 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 20 337 2313098 fpi-doakan-jokowi-berumur-pendek-pbnu-bukan-akhlak-nabi-NzTxgjTzws.JPG Wakil ketua Lembaga Tamir Masjid PBNU, Zainal Arifin Naim (Foto: Sindo/Abdul Rochim)

JAKARTA - Doa yang dipanjatkan Habib Idrus Jamalullail saat Perayaan Maulid Nabi yang diadakan oleh Front Pembela Islam (FPI) di Petamburan, Jakarta Pusat, beberapa hari lalu, menjadi polemik.

Pasalnya, dalam forum yang juga dihadiri Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab itu, Habib Idrus mengajak jamaah mendoakan Presiden Joko Widodo (Jokowi) serta Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri diberikan umur pendek sementara Habib Rizieq didoakan agar berumur panjang.

Wakil Ketua Lembaga Ta'mir Masjid PBNU Zainal Arifin Na'im sangat menyayangkan adanya doa yang sangat tidak pantas dipanjatkan dalam sebuah majelis yang mulia, yaitu Maulid Nabi Muhammad SAW.

"Mendoakan Ibu Hajjah Megawati Soekarnoputeri dan Presiden Jokowi dengan doa yang buruk merupakan sebuah contoh akhlak yang sangat buruk," ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (20/11/2020).

Baca Juga: FPI: Habib Rizieq Kelelahan

Dikatakan Zainal Arifin Na'im, dalam khazanah pesantren, doa seperti itu masuk dalam perilaku yang sangat tercela (al-akhlaq al-madzmumah).

"Apalagi doa tersebut dilakukan dan diamini oleh sejumlah habib yang hadir dalam majelis Maulid Nabi, sungguh sangat memalukan," ungkapnya.

Menurutnya, perilaku seperti itu sangat bertentangan dengan ajaran Rasulullah SAW. Di samping mengajarkan umat dengan hal-hal yang tidak berakhlak, hal juga bertentangan dengan ajaran Islam rahmatan lil ‘alamin.

"Rasulullah SAW sangat lembut dan bijak, hatta terhadap non muslim. Di Thaif, Rasulullah SAW selalu diludahi ketika mau ke masjid, tapi Rasulullah SAW selalu membersihkan ludah orang tuna netra itu, padahal setiap harinya keluar dari mulutnya kata-kata menghina Rasulullah SAW," tuturnya.

Dikatakan Zainal, orang yang berakhlak sejatinya mendoakan para pemimpin dengan doa-doa yang baik, karena di pundaknya terdapat tanggungjawab yang besar.

"Apalagi sebagai sosok yang dalam dirinya ada darah keturunan Nabi, sejatinya mencerminkan akhlak Nabi Muhammad SAW, bukan justru mencontohkan perilaku yang sangat jauh dari akhlak Nabi," pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini