TNI Copot Baliho Habib Rizieq, HNW: Mestinya Tak Perlu Bersaing!

Abdul Rochim, Koran SI · Jum'at 20 November 2020 13:26 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 20 337 2312988 tni-copot-baliho-habib-rizieq-hnw-mestinya-tak-perlu-bersaing-Qm5XYrqDow.jpg Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid (foto: Okezone.com)

JAKARTA – Wakil Ketua MPR, Hidayat Nur Wahid (HNW) ikut mengomentari langkah Panglima Daerah Komando Militer Jaya/Jayakarta, Mayjen TNI Dudung Abdurachman yang mengakui memerintahkan anak buahnya untuk mencopot baliho raksasa Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab.

Melalui akun Twitter-nya, @hnurwahid, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu membenarkan kicauan politikus Partai Gerindra, Fadli Zon yang menyebutkan bahwa seharusnya kekuatan pertahanan RI sudah waktunya untuk bersaing dengan negara-negara lainnya, bukan malah bersaing dengan FPI yang bermarkas di Petamburan, Jakarta Pusat.

”Betul. Kalau komitmennya adalah untuk pelaksanaan protokol kesehatan dan efektifitas atasi covid-19, mestinya Pemerintah tidak bersaing dg Gubernur DKI maupun dg HRS di Petamburan. Tapi mestinya satukan potensi unt menangkan kompetisi minimal samai New Zealand, Taiwan, German,” kicau HNW, dikutip Jumat (20/11/2020).

Baca juga:

Terungkap, Ternyata Pangdam Jaya Suruh Pria Berbaju Loreng Turunkan Baliho Habib Rizieq   

Iring-iringan Kendaraan Militer di Petamburan, Pangdam Jaya: Itu Patroli Rutin   

Sebelumnya, Fadli Zon juga berkicau di Twitter, menyindir langkah sejumlah personel TNI yang mencopot baliho Habib Rizieq. “Bukan bersaing dengan negara asing, Pemerintah RI malah saingi Petamburan,” kicaunya.

 

Mantan Wakil Ketua DPR itu juga mengatakan bahwa pencopotan baliho bukan menjadi wewenang TNI. Dia juga menyebut kembali istilah Dwifungsi ABRI yang ada pada era Orde Baru.

”Apa urusannya Pangdam Jaya memerintahkan mencopot baliho? Di luar kewenangan n tupoksi TNI. Sebaiknya jgn semakin jauh terseret politik, kecuali mau hidupkan lg “dwifungsi ABRI” imbangi “dwifungsi polisi”,” kicau Fadli Zon.

Dalam kicauan sebelumnya, Fadli Zon juga menyebut bahwa langkah TNI mencopot baliho FPI justru merusak nama baik TNI sendiri. "Apa benar video-video ini? Kalau benar apa maksudnya? Jelas merusak nama baik TNI. Apalagi klu tujuannya menakut-takuti rakyat. Harus diusut!" kata Fadli Zon.

Pangdam Jaya sendiri telah mengakui bahwa dirinya yang memerintahkan anak buahnya menurunkan baliho Habib Rizieq.

"Oke, ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq, itu perintah saya," tegas Dudung, seusai apel kesiapan bencana dan pilkada serentak, di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini