Pangdam Jaya Perintahkan Copot Baliho FPI, Fadli Zon Sebut Kembali Dwifungsi ABRI

Abdul Rochim, Koran SI · Jum'at 20 November 2020 13:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 20 337 2312981 pangdam-jaya-perintahkan-copot-baliho-fpi-fadli-zon-sebut-kembali-dwifungsi-abri-cPvbrFQRoU.jpg Politisi Gerindra, Fadli Zon (foto: Okezone.com)

JAKARTA – Politikus Partai Gerindra bersuara lantang terkait langkah Panglima Daerah Komando Militer Jaya/Jayakarta, Mayjen TNI Dudung Abdurachman yang mengakui memerintahkan anak buahnya untuk mencopot baliho raksasa Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab.

Di akun Twitter-nya @fadlizon, mantan Wakil Ketua DPR itu mengatakan, bahwa pencopotan baliho bukan menjadi wewenang TNI. Dia juga menyebut kembali istilah Dwifungsi ABRI yang ada pada era Orde Baru.

”Apa urusannya Pangdam Jaya memerintahkan mencopot baliho? Di luar kewenangan dan tupoksi TNI. Sebaiknya jgn semakin jauh terseret politik, kecuali mau hidupkan lg “dwifungsi ABRI” imbangi “dwifungsi polisi”,” kicau Fadli Zon, dikutip SINDOnews, Jumat (20/11/2020).

Baca juga:

Akui Copot Baliho Habib Rizieq, Tagar #Pandam Jaya Puncaki Trending Twiiter

Pangdam Jaya Sebut Iring-Iringan Kendaraan Militer Patroli Rutin, Ini Kata PA 212


Dalam kicauan sebelumnya, Fadli Zon juga menyebut bahwa langkah TNI mencopot baliho FPI justru merusak nama baik TNI sendiri.

"Apa benar video-video ini? Kalau benar apa maksudnya? Jelas merusak nama baik TNI. Apalagi klu tujuannya menakut-takuti rakyat. Harus diusut!" kata Fadli Zon.

Tidak hanya itu, Fadli Zon bahkan menyindir keras TNI yang seharusnya kekuatan pertahanan RI waktunya untuk bersaing dengan negara-negara lainnya.

“Bukan bersaing dengan negara asing, Pemerintah RI malah saingi Petamburan,” kicaunya.

 

Diketahui, Petamburan merupakan daerah yang menjadi markas besar FPI pimpinan Habib Rizieq Shihab.

Sebelumnya, Pangdam Jaya mengakui dirinya yang memerintahkan anak buahnya menurunkan baliho Habib Rizieq.

"Oke, ada berbaju loreng menurunkan baliho Habib Rizieq, itu perintah saya," tegas Dudung, seusai apel kesiapan bencana dan pilkada serentak, di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Jumat (20/11/2020) pagi.

Jenderal Bintang Dua itu menjelaskan, para pria berbaju loreng tersebut berasal dari Garnisun. Dudung mengatakan, Satpol PP kerap kesulitan saat menertibkan spanduk itu.

"Perintah saya itu. Begini, kalau siapapun di republik ini, siapapun, ini negara hukum. Harus taat kepada hukum," tandas Dudung.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini