Usai Diperiksa Bareskrim, 3 Tersangka Baru Kebakaran Gedung Kejagung Tidak Ditahan

Puteranegara Batubara, Okezone · Kamis 19 November 2020 22:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 19 337 2312692 usai-diperiksa-bareskrim-3-tersangka-baru-kebakaran-gedung-kejagung-tidak-ditahan-iWs5W0lZmV.jpeg Dirtipidum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo. (Dok Polri)

JAKARTA – Penyidik Bareskrim Polri rampung melakukan pemeriksaan terhadap tiga orang tersangka baru dalam kasus dugaan tindak pidana kebakaran Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung).

Ketiga orang itu adalah peminjam bendera ACP, MD, Konsultan Pengadaan ACP, JM dan mantan PPK Kejagung IS. Usai diperiksa, penyidik memutuskan untuk tidak melakukan penahanan terhadap tiga orang tersebut.

"Hari Kamis (19/11) tim penyidik gabungan telah menyelesaikan pemeriksaan para tersangka," kata Dir Tipidum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo saat dikonfirmasi Okezone, Jakarta, Kamis (19/11/2020).

Ferdy menjelaskan, untuk tersangka MD tidak dilakukan penahanan lantaran ada surat penangguhan penahanan dari kuasa hukum dan dengan jaminan istri.

"MD pemeriksaan dilakukan selama 6 jam dengan jumlah pertanyaan sebanyak 71 pertanyaan," ujar Ferdy.

Sementara JM diperiksa selama enam jam dengan dicecar 58 pertanyaan dan tidak ditahan karena ada surat permohonan penangguhan penahanan dari pihak kuasa hukum.

Sementara IS, pemeriksaan dilakukan selama 6 jam dengan jumlah pertanyaan sebanyak 47 pertanyaan dan tidak dilakukan penahanan.

"Karena ada surat penangguhan penahanan dari pihak Kuasa Hukum," ucap Ferdy.

Sebelumnya, hasil penyidikan Bareskrim Polri soal kebakaran Gedung Kejaksaan Agung adalah adanya kealpaan dari para tersangka tersebut.

Awalnya Bareskrim menetapkan delapan orang tersangka itu yakni, lima kuli bangunan masing-masing berinisial T, H, S, K dan IS. Mandor berinsial UAM. Direktur Utama PT APM berinisial R. Dan yang terakhir, Direktur Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berinisial NH.

Kemudian, Bareskrim kembali menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Mereka adalah, IS yang merupakan, mantan pegawai Kejagung pernah berdinas sebagai Pejabat Pembuat Komitmen.

Lalu, JM yang merupakan konsultan perencana Aluminium composite panel (ACP) dari PT IN. Dan MD yang meminjam bendera PT APM dalam pengadaan minyak lobi merek TOP Cleaner.

Open Flame atau nyala api terbuka yang menyebabkan kebakaran di Gedung Kejagung diduga kuat akibat adanya bara api dari rokok kuli bangunan tersebut. Padahal, lantai 6 gedung itu tidak diperbolehkan merokok.

Baca Juga : Bareskrim Sebut Kejagung Gunakan Jasa Konsultan yang Tidak Berpengalaman

Atas perbuatannya, seluruh tersangka pun disangka melanggar Pasal 188 KUHP tentang kealpaan Jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal lima tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini