5 Tersangka Kasus Korupsi Subkontraktor Fiktif Waskita Karya Segera Disidang

Arie Dwi Satrio, Okezone · Kamis 19 November 2020 17:29 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 19 337 2312544 5-tersangka-kasus-korupsi-subkontraktor-fiktif-waskita-karya-segera-disidang-c31BJwRNZq.jpg Ilustrasi (Foto : Shutterstock)

JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah merampungkan berkas penyidikan lima tersangka kasus dugaan korupsi subkontraktor fiktif pada sejumlah proyek yang dikerjakan PT Waskita Karya. Kelima tersangka akan segera diadili di Pengadilan Tipikor Jakarta Pusat, dalam waktu dekat.

Adapun, kelima tersangka itu yakni mantan Direktur Utama (Dirut) Jasa Marga, Desi Arryani; mantan Dirut PT Waskita Beton Precast, Jarot Subana; Wakil Kadiv II PT Waskita Karya, Fakih Usman. Kemudian, Kepala Divisi II PT Waskita Karya, Fathor Rachman; serta Kepala Bagian Keuangan dan Risiko Divisi II PT Waskita Karya, Yuly Ariandi Siregar.

Pelaksana Tugas (Plt) Juru Bicara KPK, Ali Fikri mengatakan, pihaknya telah melimpahkan berkas penyidikan kelima tersangka tersebut ke tahap penuntutan, pada hari ini, setelah dinyatakan lengkap atau P21.

"Hari ini setelah berkas perkara dinyatakan lengkap (P21) selanjutnya penyidik melaksanakan tahap II atau penyerahan tersangka dan barang bukti kepada JPU dalam perkara dugaan TPK terkait pelaksanaan sub kontraktor fiktif pada proyek2 yang dikerjakan PT Waskita Karya Tbk," kata Ali melalui pesan singkatnya, Kamis (19/11/2020).

Baca Juga : Sempat Didiagnosa Demam Berdarah, Pegawai PN Cikarang Positif Corona

Dengan pelimpahan ini, penahanan kelima orang tersebut menjadi kewenangan Jaksa Penuntut Umum selama 20 hari terhitung sejak tanggal 19 November 2020 sampai dengan 8 Desember 2020, yang tempat penahanannya di rutan yang sama saat dilakukan penahanan pertama oleh Penyidik.

Sementara itu, Jaksa Penuntut Umum pada KPK memiliki waktu maksimal 14 hari kerja untuk menyusun surat dakwaan terhadap kelima pejabat atau mantan pejabat Waskita Karya tersebut. Nantinya surat dakwaan akan dilimpahkan ke Pengadilan Tipikor Jakarta untuk disidangkan. "Persidangan akan dilaksanakan di PN Tipikor Jakarta Pusat," ucap Ali.

Dalam merampungkan proses penyidikan kasus ini, tim penyidik KPK telah memeriksa sekira 125 orang saksi. Ratusan saksi itu terdiri dari pejabat dan pihak internal Waskita Karya dan pihak swasta.

"Selama proses penyidikan,telah diperiksa 215 saksi yang diantaranya sejumlah pejabat dari pihak internal di PT Waskita Karya dan pihak swasta," pungkasnya.

Berdasarkan laporan hasil pemeriksaan investigatif dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), total kerugian keuangan negara akibat perkara ini yaitu sebesar Rp202 miliar. Kerugian negara itu akibat penandatanganan dan kesepakatan jahat 41 kontrak pekerjaan subkontraktor fiktif pada 14 proyek Waskita Karya.

Atas perbuatannya, lima tersangka tersebut disangkakan melanggar Pasal 2 ayat (1) atau Pasal 3 Undang Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang Undang No 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 Juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini