Sidang Perdana Penusuk Syekh Ali Jaber, Pelaku Didakwa Pasal Berlapis

Andres Afandi, iNews · Kamis 19 November 2020 14:08 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 19 337 2312352 sidang-perdana-penusuk-syekh-ali-jaber-pelaku-didakwa-pasal-berlapis-FHhHbVmXji.jpg Sidang perdana penusuk Syekh Ali Jaber. (Foto: iNews)

LAMPUNG - Pengadilan Negeri Tanjung Karang Bandar Lampung menggelar sidang perdana kasus penyerangan dan penusukan terhadap pendakwah Syekh Ali Jaber, dengan terdakwa Alfin Andrian.

Sidang perdana digelar secara virtual di tengah pandemi Covid-19, dengan agenda mendengarkan dakwaan jaksa penuntut umum (JPU) dari Kejari Bandar Lampung. Dalam pembacaan surat dakwaannya, JPU mendakwa Alfin Andrian dengan pasal berlapis.

Sidang diketuai oleh Majelis Hakim Dadi Rachmadi. Dalam sidang perdana secara virtual ini, terdakwa Alfin ditemani kuasa hukumnya untuk mendengarkan dakwaan JPU dan Kejari Bandar Lampung.

Dalam pembacaan surat dakwaannya, JPU yang dipimpin langsung Kajari Bandara Lampung, Abdulah Noer Deny, mendakwa Alfin dengan pasal berlapis. Pasalnya adalah tentang upaya percobaan pembunuhan, penganiayaan berat serta membawa senjata tajam tanpa hak di muka umum. 

Persangkaan pasal berlapis setelah melihat runutan kronologi yang dimuat dalam berita acara pemeriksaan (BAP) oleh penyidik kepolisian. Dalam berkas BAP tersebut, terdakwa Alfin secara jelas dan terang merencanakan penyerangan dan penusukan terhadap Syekh Ali Jaber.

Baca juga: Mengharukan, Momen Syekh Ali Jaber Peluk dan Cium Tangan Pemulung yang Ngaji di Trotoar

Bahkan menurut JPU, terdakwa sempat melakukan pemantuan terhadap korban, sebelum akhirnya penyerangan itu terjadi hingga berujung penusukan yang berakibat korban mengalami luka cukup berat.

Kuasa hukum terdakwa, Ardiansyah menganggap ada pasal dakwaan yang kurang tepat. Menurutnya dalam peristiwa itu, kliennya melakukan aksi tersebut secara spontan dan tidak direncanakan. 

Bahkan menurutnya, setelah penusukan, korban masih kembali menggelar pengajian tabligh akbar meski dengan kondisi tangan terluka. 

Usai mendengarkan pembacaan dakwaan dari JPU Kejari Bandar Lampung, Majelis Hakim kemudian mempersilakan terdakwa beserta kuasa hukumnya mengajukan esepsi. Namun hal itu ditolak oleh kuasa hukum terdakwa, dengan alasan agar mempercepat tahapan proses persidangan selanjutnya.

Sidang kemudian ditutup oleh majelis hakim dan ditunda pekan depan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi yang akan dihadirkan oleh JPU Kejari Bandar Lampung. Terdakwa kemudian dibawa kembali ke ruang tahanan Mapolresta Bandar Lampung.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini