Bareskrim Periksa 3 Tersangka Kasus Kebakaran Gedung Kejagung

Puteranegara Batubara, Okezone · Kamis 19 November 2020 13:06 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 19 337 2312301 bareskrim-periksa-3-tersangka-kasus-kebakaran-gedung-kejagung-MhZbwpRMvy.jpeg Gedung Kejagung Kebakaran (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Bareskrim Polri memeriksa tiga tersangka kasus kebakaran di Gedung Kejaksaan Agung (Kejagung). Mereka adalah, peminjam bendera ACP, MD, Konsultan Pengadaan ACP, JM dan PPK Kejagung IS.

"Hari Kamis tim penyidik gabungan memeriksa tersangka di luar klaster pekerja," kata Dir Tipidum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo dalam keterangannya, Jakarta, Kamis (19/11/2020).

Ferdy menjelaskan, karena masih dalam keadaan Pandemi Covid-19, pihaknya melakukan pemeriksaan terhadap para saksi tersebut.

"Sebelum dilakukan pemeriksaan, para tersangka menjalani prosedur protokol kesehatan," ujar Ferdy.

Sebelumnya, hasil penyidikan Bareskrim Polri soal kebakaran Gedung Kejaksaan Agung adalah adanya kealpaan dari para tersangka tersebut.

Awalnya Bareskrim menetapkan delapan orang tersangka itu yakni, lima kuli bangunan masing-masing berinisial T, H, S, K dan IS. Mandor berinsial UAM. Direktur Utama PT APM berinisial R. Dan yang terakhir, Direktur Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) berinisial NH.

Kemudian, Bareskrim kembali menetapkan tiga orang sebagai tersangka. Mereka adalah, IS yang merupakan, mantan pegawai Kejagung pernah berdinas sebagai Pejabat Pembuat Komitmen.

Baca Juga : Banjir Bandang Menerjang, Tembok Pembatas Perlintasan Kereta Roboh

Lalu, JM yang merupakan konsultan perencana Aluminium composite panel (ACP) dari PT IN. Dan MD yang meminjam bendera PT APM dalam pengadaan minyak lobi merek TOP Cleaner.

Open Flame atau nyala api terbuka yang menyebabkan kebakaran di Gedung Kejagung diduga kuat akibat adanya bara api dari rokok kuli bangunan tersebut. Padahal, lantai 6 gedung itu tidak diperbolehkan merokok.

Atas perbuatannya, seluruh tersangka pun disangka melanggar Pasal 188 KUHP tentang kealpaan Jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal lima tahun.

(aky)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini