Soal Klarifikasi ke Gubernur Banten Terkait Acara Rizieq, Ini Kata Polri

Puteranegara Batubara, Okezone · Kamis 19 November 2020 11:32 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 19 337 2312225 soal-klarifikasi-ke-gubernur-banten-terkait-acara-rizieq-ini-kata-polri-Qj1ldOLgZb.JPG Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab (Foto: Okezone)

JAKARTA - Polri masih terus melakukan sejumlah rangkaian penyelidikan terkait dengan kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan penanganan Covid-19 di beberapa acara pimpinan FPI Habib Rizieq Shihab.

Dalam hal ini tim gabungan telah melakukan klarifikasi terhadap Gubernur DKI Anies Baswedan. Kemudian, akan memanggil Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil pada Jumat esok.

Lalu, apakah Gubernur Banten Wahidin Halim juga akan dipanggil untuk klarifikasi terkait hal tersebut?

Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Awi Setiyono mengungkapkan bahwa, terkait dengan agenda pemanggilan klarifikasi terhadap Wahidin Halim bisa saja dilakukan. Namun, tetap menunggu hasil pemeriksaan dari penyelidik dalam perkara ini.

"Kami tunggu saja apa hasil penyelidikan oleh tim gabungan Bareskrim, PMJ (Polda Metro Jaya) dan Polda Jabar," kata Awi saat dikonfirmasi Okezone, Jakarta, Kamis (19/11/2020).

Saat kepulangan Rizieq pada 10 November lalu, massa dalam jumlah besar menuju Bandara Soekarno Hatta (Soetta), Tangerang, Banten, untuk menjemput pimpinan FPI itu. Kerumunan pun tak terhindarkan ketika itu.

Baca Juga: Polri Selidiki Percakapan Anies dan Habib Rizieq di Petamburan

Bahkan, karena penjemputan itu ruas tol menuju Bandara mengalami kemacetan yang sangat panjang. Tak hanya itu, sejumlah fasilitas Airport pun juga mengalami kerusakan akibat membeludaknya pendukung Rizieq.

Oleh sebab itu, Indonesia Police Watch (IPW) meminta kepada Polri untuk juga melakukan agenda pemanggilan terhadap Wahidin Halim untuk diklarifikasi terkait dengan peristiwa itu.

"Gubernur Anies sudah di periksa. Bagaimana dengan Kapolres Bandara Soetta dan Gubernur Banten, kapan mereka diperiksa," kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane saat dikonfirmasi Okezone terpisah, Jakarta, Kamis (19/11/2020).

Menurut Neta, Polri harus bersikap profesional dan tak tebang pilih dalam melakukan penyelidikan terkait kasus dugaan pelanggaran protokol kesehatan tersebut.

Apalagi dalam hal ini, kata Neta, Polri juga melakukan pemanggilan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Rasyid Baswedan dan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil untuk proses klarifikasi. Serta beberapa pejabat daerah dan pihak panitia juga ikut dipanggil.

"Jika hendak melakukan penegakkan hukum dalam kasus pelanggaran terhadap protokol kesehatan akibat adanya kerumunan massa, Pemerintah dan Polri harus fair, tidak diskriminasi dan tebang pilih. Polri pun harus promoter," ujar Neta.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini