Bahas Pemekaran Jadi Provinsi, Tokoh Masyarakat Madura Temui Mahfud MD

Riezky Maulana, iNews · Rabu 18 November 2020 21:11 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 18 337 2311975 bahas-pemekaran-jadi-provinsi-tokoh-masyarakat-madura-temui-mahfud-md-hWkhMeD2eA.jpg Tokoh Masyarakat Madura temui Menko Polhukam, Mahfud MD (foto: Dok Kemenko Polhukam)

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Politik Hukim dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menerima kunjungan dari para tokoh masyarakat Madura di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Rabu (18/11/2020). Kunjungan para tokoh masyarakat itu dalam upaya meminta agar Madura menjadi provinsi sendiri, terpisah dengan Jawa Timur.

Kepada Mahfud, mereka meminta agar Mahfud yang juga berasal dari Pulau Garam itu, ikut memperjuangkan keinginan masyarakat Madura tersebut.

"Kami mohon bapak Mahfud MD untuk bersama-sama mengawal. Kami juga minta kepada bapak untuk menjadi figur utama proses Madura menjadi provinsi," ujar Ketua Panitia Nasional Persiapan Pembentukan Provinsi Madura, Ahmad Zaini dalam keterangannya, Rabu (18/11/2020) malam.

Lebih lanjut Zaini menjelaskan, guna memenuhi persyaratan pemekaran, saat ini tim Persiapan Pembentukan Provinsi Madura, tengah menyiapkan berbagai hal. Menurutnya, salah satu yang tengah disiapkan adalah pemekaran Kabupaten Pamekasan menjadi Kota Madya.

"Saat ini sedang dibahas dan disusun pamekasan menjadi kota. Setelah proses itu, kita bikin rumusan bersama-sama proses kota dan provinsi," tuturnya.

Selain itu, Ahmad Zaini juga berpesan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) melalui Mahfud agar infrastruktur di Pulau Madura mendapatkan perhatian. Terkhusus, terkait dengan pembangunan jalan lintas Madura untuk diperlebar atau setidaknya dibuatkan jalan tol.

"Mohon disampaikan ke bapak presiden, bapak presiden itu membuat tol di seluruh Indonesia. Hanya Madura yang tidak dibuatkan tol, sedangkan jalannya sendiri sempit bapak tahu sendiri. Kami awal 2020 pernah mengajukan ke presiden minta supaya dibuatkan jalan pintas atau jalan tol yang tandatangan kyai-kyai, tetapi sampai sekarang belum ada proses. Jadi mohon kepada bapak Mahfud disampaikan ke bapak presiden," ucapnya.

Merespons permintaan tersebut, Mahfud MD menegaskan dirinya sejak beberapa tahun lalu turut terlibat dalam pembahasan rencana pemekaran Provinsi Madura. Menurutnya, kendala-kendala administratif harus segera diselesaikan, apalagi, tokoh-tokoh Madura saat ini sudah lebih kompak, termasuk bupati dan DPRD.

"Saya kira kalau Madura sudah memenuhi syarat nanti tinggal di bawa ke DPRD Jawa Timur. Saya kira tidak terlalu sulit asal syarat-syarat minimal itu sudah terpenuhi," katanya.

Sekadar informasi, rombongan penyampai aspirasi yang datang membawa bus itu,terdiri dari ulama, pimpinan pondok pesantren, para rektor perguruan tinggi se-Madura, serta sejumlah anggota DPRD.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini