Mantan Sopir Pinangki Ungkap Perintah Bosnya Tukar Uang Asing hingga Ratusan Juta Rupiah

Arie Dwi Satrio, Okezone · Rabu 18 November 2020 16:56 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 18 337 2311824 mantan-sopir-pinangki-ungkap-perintah-bosnya-tukar-uang-asing-hingga-ratusan-juta-rupiah-1gfXfLAOfc.jpg Mantan sopir Pinangki Sirna Malasari, Sugiarto, bersaksi dalam sidang dugaan gratifikasi kepengurusan fatwa MA di Pengadilan Negeri Jakpus, Rabu (18/11/2020). (Foto : Okezone/Arie Dwi Satrio)

JAKARTA – Terdakwa Pinangki Sirna Malasari kerap menyuruh mantan sopirnya, Sugiarto, untuk menukarkan mata uang asing. Atas perintah mantan bosnya, mata uang asing itu ditukarkan oleh Sugiarto di daerah Blok M, Jakarta Selatan.

Demikian hal itu diungkapkan Sugiarto saat bersaksi dalam sidang lanjutan perkara dugaan gratifikasi kepengurusan fatwa Mahkamah Agung (MA), untuk terdakwa Pinangki Sirna Malasari, di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Rabu (18/11/2020).

"Pernah. Di antaranya yang selalu sering di Tri Tunggal Blok M," ucap Sugiarto saat menjawab pertanyaan Jaksa ihwal penukaran valuta asing pada November 2019.

Lebih lanjut, Sugiarto mengaku, Pinangki memintanya menukarkan valuta asing guna pembayaran mobil. Tercatat, ada tiga jenis mobil yang disebutkan Sugiarto, yaitu Toyota Alpard, Mercedez Benz, dan BMW.

"Kalau tidak di rumah, dia menyampaikan 'Mas ini ditukar untuk pembayaran mobil nanti sisanya kasih saya lagi'. Alpard, Mercy, dan BMW," ujar Sugiarto.

Khusus untuk pembayaran mobil jenis BMW, Sugiarto menukarkan valuta asing tersebut pada akhir 2019. Dari Pinangki, Sugiarto mendapat nomor rekening sales mobil mewah tersebut.

"Untuk bayar BMW beliau (Pinangki) kasih nomor rekening salesnya. Kalau ada sisanya saya kembalikan," tuturnya.

Sugiarto menyebut kerap menukarkan uang asing di Tri Tunggal Money Changer, Blok M, Jakarta Selatan. Kata dia, jumlah uang yang ditukar mencapai ratusan juta. "Ratusan juta, puluhan juta juga pernah," ucapnya.

Sugiarto tercatat pernah tiga sampai empat kali mendapat perintah dari Jaksa Pinangki untuk menukarkan uang asing. Jumlah uangnya, kata Sugiarto, mencapai Rp475 juta dan Rp490 juta.

Sebagaimana diketahui, Pinangki didakwa menerima uang senilai 500 ribu Dolar Amerika Serikat dari Djoko Tjandra untuk mengurus fatwa di Mahkamah Agung (MA). Hal itu dilakukan agar Djoko Tjandra agar tidak dieksekusi dalam kasus hak tagih atau cassie Bank Bali.

Atas perbuatannya, Pinangki didakwa melanggar Pasal 5 ayat 2 juncto Pasal 5 ayat 1 huruf a Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi subsider Pasal 11 UU Tipikor.

Baca Juga : Djoko Tjandra Tegaskan Tak Beri Sepeser Uang ke Pinangki

Pinangki juga didakwa melanggar Pasal 3 UU Nomor 8 Tahun 2010 tentang pencucian uang serta didakwa terkait pemufakatan jahat pada Pasal 15 jo Pasal 5 ayat 1 huruf a UU Tipikor subsider Pasal 15 jo Pasal 13 UU Tipikor.

Baca Juga : Hakim Tolak Eksepsi Andi Irfan Jaya, Perantara Suap Jaksa Pinangki

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini