Seaport Interdiction, Bareskrim Tangkap 13 Tersangka Narkoba di Bakauheni

Puteranegara Batubara, Okezone · Rabu 18 November 2020 14:55 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 18 337 2311698 seaport-interdiction-bareskrim-tangkap-13-tersangka-narkoba-di-pelabuhan-bakauheni-xLeoaGBuLD.jpg Bareskrim Polri merilis hasil pengungkapan kasus narkoba (Foto: Okezone/Puteranegara)

JAKARTA - Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri bersama dengan Polres Lampung Selatan menggelar operasi kegiatan rutin Seaport Interdiction di Pelabuhan Bakauheni. Dalam operasi tersebut pihaknya sudah mengungkap lima perkara dengan total 13 tersangka yang ditangkap.

"Seaport Interdiction ini digelar sejak 27 Oktober 2020 hingga 17 November 2020 sudah ada lima kasus pengungkapan," kata Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri Brigjen Krisno Holomoan Siregar di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, Rabu (18/11/2020).

Tim gabungan juga menyita sejumlah barang bukti. Di antaranya adalah, 52,5 kilogram sabu, enam kilogram ganja, 32,840 butir ekstasi.

Baca Juga: Mabes Polri Sita Puluhan Kilogram Sabu dan Puluhan Ribu Ekstasi

Krisno mengungkapkan, penangkapan pertama di Pelabuhan Bakauheni terhadap jaringan pengedar narkoba dari Sumatera Utara-Jawa Timur. Dalam hal ini lima orang tersangka ditangkap, mereka adalah Lupi Aritno, Iwan Kurniawan, Hanapi alias Bang Madura, M. Yusuf, dan Abdul Kadir.

"Pada penangkapan ini jajaran menangkap lima orang tersangka uang ditangkap pada 27 Oktober 2020, yang merupakan hari pertama dimulainya operasi ini," ujar Krisno.

Kemudian, penangkapan kedua pada 29 Oktober dengan pengungkapan jaringan Medan-Jakarta. Petugas menangkap dua orang tersangka, yakni, Artamus Rahmat Hidayat dan Depta alias Oleh.

Selanjutnya, penangkapan ketiga dilakukan pada jaringan Medan ke Jawa Timur pada 13 November 2020. Setidaknya ada tiga orang tersangka yang diciduk. Mereka adalah, Rizky Amanuloh, Lalang Ario Pratam, Dewangga Amirus Syuhada.

Baca Juga: Napi Lapas Cikarang Pesan "Ojek Online" untuk Kirim Sabu 

Lalu, operasi penangkapan keempat pada 16 November 2020 terhadap jaringan Pekanbaru-Jakarta dengan dua orang tersangka yaitu, Deni Boy Belmin dan Dody Syaputra. Selanjutnya penangkapan terakhir yakni pada 17 November 2020 jaringan Pekanbaru-Jakarta dengan tersangka satu orang yakni, M. Arsudin.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini