Jokowi: Distribusi Vaksin Covid-19 Tak Mudah, Memerlukan Cold Chain

Fahreza Rizky, Okezone · Rabu 18 November 2020 10:39 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 18 337 2311482 jokowi-distrubusi-vaksin-covid-19-tak-mudah-memerlukan-cold-chain-gQ9e6Lqlxj.PNG Presiden Jokowi. (Foto: YouTube Sekretariat Presiden)

JAKARTA - Presiden Joko Widodo mengatakan proses vaksinasi Covid-19 tidak semudah seperti dibayangkan. Pemerintah harus memikirkan distribusinya yang ternyata tidak mudah.

"Karena memang proses persiapannya itu tidak hanya menerima vaksin kemudian langsung disuntikkan, kita juga harus menyiapkan distribusi ke seluruh tanah air. Ini yang tidak mudah," ujar Jokowi saat meninjau simulasi vaksinasi Covid-19 di Puskemas Tanah Sareal, Bogor, Jawa Barat, Rabu (18/11/2020).

Jokowi mengungkapkan, proses distribusi vaksin Covid-19 memerlukan sistem rantai dingin atau cold chain system supaya barang tersebut tidak rusak. Hal inilah yang masih terus disiapkan oleh pemerintah.

"Memerlukan cold chain, kedinginan dengan derajat tertentu. Setiap vaksin dari produk berbeda memerlukan juga model distribusi yang berbeda. Inilah yang terus kita siapkan agar nanti daerah-daerah juga segera mendapatkan vaksin dan vaksinnya juga tidak rusak," jelasnya.

Baca juga: Jokowi : Setelah Vaksin Datang Tidak Bisa Langsung Disuntikkan

Jokowi berharap vaksin corona datang di akhir November 2020. Tetapi jika tidak bisa, maka masuk di Desember 2020. Bentuk vaksinnya dalam bentuk jadi atau masih bahan baku yang nantinya diolah di PT Bio Farma.

Jokowi juga memastikan pemerintah Indonesia hanya membeli vaksin corona dengan merk yang sudah terdaftar di Badan Kesehatan Dunia atau WHO. Dengan demikian keamanannya dapat terjamin.

Selain itu, kata Jokowi, proses vaksinasi ini akan mengikuti kaidah ilmiah agar tidak melenceng dari apa yang diharapkan. Keselamatan masyarakat disebut diberikan pada tempat paling tinggi.

"Kalau tadi melihat di lapangan dan melihat simulasi tadi, kita memperkirakan kita akan mulai vaksinasi itu d akhir tahun atau di awal tahun. Akhir tahun 2020 atau awal tahun 2021," tutupnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini