Menag Fachrul Razi: Jangan Berteriak yang Memicu Sentimen Agama!

Fahreza Rizky, Okezone · Selasa 17 November 2020 12:47 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 17 337 2310909 menag-fachrul-razi-jangan-berteriak-yang-memicu-sentimen-agama-0kf8lDmbVn.jpg Foto: Okezone

JAKARTA - Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi mengatakan, tidak boleh ada kelompok yang merasa hebat lalu unjuk kekuatan dengan tidak menghormati aturan yang ada.

Dia menegaskan, Indonesia adalah negara yang berbhineka. Kebhinekaan ini patut disyukuri dengan cara saling menghargai perbedaan dan keragaman, bukan saling cela, apalagi unjuk kekuatan.

(Baca juga: Ridwan Kamil Kirim Pesan ke Habib Rizieq, Isinya Mengejutkan)

"Mari bersyukur atas kebhinekaan kita, dan merawatnya dengan penuh kebahagiaan dan sukacita. Indonesia milik kita, tidak boleh ada kelompok orang yang merasa hebat lalu unjuk kekuatan dengan tidak menghormati aturan yang ada. Itu bukan gaya masyarakat Indonesia dan bisa merusak sendi kehidupan berbangsa," ujarnya dalam keterangannya, Selasa (17/11/2020).

"Mari tunjukkan akhlak mulia yang diajarkan setiap agama," sambungnya.

Fachtrul mengatakan, semua agama di Indonesia tidak mengajarkan gaya-gaya yang arogan dan unjuk kekuatan. Semua agama mengajarkan kesantunan dan ahlak terpuji. Menjadi pemimpin adalah amanah, dan tidak seharusnya melakukan tindakan provokatif.

(Baca juga: Nikita Mirzani Disindir Lo*Te, Syekh Ali Jaber: Jangan Pandang Buruk Wanita Tak Berhijab)

"Ajak umat untuk bersama, bergandengan tangan menjaga NKRI dan kebhinekaan Indonesia," jelas Menag.

Menurutnya, penduduk Indonesia saat ini mencapai 270 juta. Seberapapun besar jumlah anggota organisasi di negeri ini, tidak lebih besar dari jumlah penduduk Indonesia. Kalau ada organisasi yang memiliki anggota hingga 1 juta misalnya, masih ada banyak organisasi lain yang anggotanya juga tidak kalah banyak.

"Jumlah yang ada bukan untuk unjuk kekuatan, tapi untuk dioptimalkan dalam meneguhkan cinta kedamaian dan ketenangan dalam negara NKRI ini," pesan Menag.

"Jangan teriakkan hal-hal yang memicu sentimen keagamaan dan pemahaman agama. Mari kedepankan keteladanan untuk tegaskan persatuan," pungkasnya.

(fmi)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini