Ada 1,1 Juta Anak Indonesia Mengidap Diabetes Melitus

Binti Mufarida, Sindonews · Selasa 17 November 2020 12:17 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 17 337 2310896 ada-1-1-juta-anak-indonesia-mengidap-diabetes-melitus-6m9QTWImgl.jpg Ilustrasi (Foto: Shutterstock)

JAKARTA - Ketua UKK Endokrinologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Novina mengungkapkan dari data hingga 2017, sebanyak 1,1 juta anak Indonesia mengidap diabetes melitus (DM).

Novina mengatakan bahwa prevalensi diabetes di dunia juga semakin meningkat baik pada orang dewasa maupun pada anak-anak. “Nah kalau kita lihat sebagai pendahuluan, prevalensi diabetes melitus (DM) di dunia ini semakin meningkat. Kalau kita lihat kejadian DM tipe 1 ini angkanya baik pada orang dewasa maupun pada anak-anak,” katanya dalam Press Briefing Secara Virtual Peringatan Hari Diabetes Sedunia Tahun 2020 secara virtual, Selasa (17/11/2020).

Novina menyebut hingga tahun 2017 diperkirakan sebanyak 1,1 juta anak Indonesia mengidap diabetes melitus. “Pada tahun 2017 diperkirakan 1,1 juta anak di dunia mengidap diabetes melitus. Dan ternyata DM tipe 2 pada remaja dan dewasa muda juga meningkat. Seiring dengan meningkatnya kasus obesitas, kurangnya aktivitas fisik dan pola makan yang tidak tepat.”

Bahkan, kata Novina, diperkirakan di wilayah Western Pacific yang Indonesia masuk didalamnya pada tahun 2045 kasus diabetes diperkirakan sebanyak 183 juta kasus. “Nah kalau kita lihat disini kita termasuk di daerah yang diperkirakan itu 2045 nanti akan bertambah lagi sebanyak 183 juta yang akan mengidap diabetes mellitus.”

Sementara berdasarkan data Ikatan Dokter Anak Indonesia tahun 2018, tercatat 1.220 anak penyandang DM tipe 1 di Indonesia. “Dimana insiden DM tipe 1 pada anak dan remaja meningkat sekitar 7 kali dari awalnya 3,88 pada tahun 2000, menjadi 28,19 per 100 juta penduduk pada tahun 2010,” ungkap Novina.

“Data pada tahun 2003 sampai 2008 menunjukkan bahwa kelompok usia 10 sampai 14 menunjukkan proporsi anak perempuan yang memiliki DM tipe 1, lebih tinggi dibanding anak laki-laki yaitu sebesar 28,6%,” papar Novina.

Namun, kata Novina, angka ini masih dari dugaan karena banyaknya pasien DM tipe 1 yang tidak terdiagnosis atau belum masuk ke dalam registry. “Dan kadang-kadang salah terdiagnosis saat pertama kali berobat ke rumah sakit.”

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini