Kemenag Anggarkan Rp2,5 Triliun untuk Ponpes dan Pendidik Non-PNS

Eddie Prayitno, iNews · Senin 16 November 2020 15:24 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 16 337 2310413 kemenag-anggarkan-rp2-5-triliun-untuk-ponpes-dan-pendidik-non-pns-K945aqt3GH.jpg Ilustrasi pesantren (foto; Okezone)

KENDAL - Kementerian Agama (Kemenag) mengucurkan bantuan sosial senilai Rp2,5 triliun untuk membantu keberlangsungan tenaga pendidik, baik dari pendidikan formal maupun informal selama pandemi Covid-19.

Bantuan tersebut diprioritaskan bagi tenaga pendidik guru bukan PNS dan pengajar di pondok pesantren di bawah naungan Kemenag.

Hal ini disampaikan Wakil Menteri Agama (Wamenang) Zaenut Tauhif Saadi ketika berkunjung di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah dalam rangka menyosialisasikan bahaya Covid-19 dan pembinaan aparatur sipil negara (ASN).

Pada acara pembinaan yang berlangsung di Aula MTSN 01 di Jalan Pantura Soekarno Hatta Brangsong, Senin (16/11/2020) itu, Zaenuti mengatakan, jajaranya -mulai dari Kanwil, Kankemenag, KUA hingga penghulu dan penyuluh agama- selalu menjadi teladan dalam segala hal.

Pihak Kemenag sendiri, lanjutnya, tidak main-main dalam penangana virus yang bersumber dari Wuhan, China tersebut. Buktinya, Kemenag mengucurkan dana sosial untuk disalurkan ke tenaga pendidikan guru bukan PNS sebanyak Rp2,5 triliun. “Pada akhir Desember ini bantuan tahap terakhir akan tersalurkan semua dengan baik,” tutur Wamenag.

Zaenut Tauhid menambahkan, penanganan wabah Covid-19 tersebut tidak hanya penyakit yang diatasi, tetapi dampaknya yang menyebabkan munculnya pengangguran karena sudah memukul semua sektor perekonomian. “Salah satunya pabrik terpaksa tutup, berimbas terjadinya PHK,” tutur.

Sementara itu, terkait banyaknya peserta jamaah umroh yang terpapar Covid-19, lanjut Zaenut, pihaknya akan segera melakukan evaluasi untuk proses penyelenggaraanya. “Atau melakukan kebijakan lainnya supaya bisa mengantisipasi maupun memutus sebaran virus,” tutupnya. (don)

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini