Seberapa Mendesak RUU Larangan Minuman Alkohol?

Arie Dwi Satrio, Okezone · Senin 16 November 2020 13:18 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 16 337 2310328 seberapa-mendesak-ruu-larangan-minuman-alkohol-3GnS8Dgi96.jpg Ilustrasi (Dok. okezone)

JAKARTA - Sebanyak tiga fraksi di DPR yakni, Fraksi PPP, Fraksi PKS, dan Fraksi Gerindra mengusulkan Rancangan Undang-Undang (RUU) terkait larangan Minuman Beralkohol (Minol) masuk ke dalam Program Legislasi Nasional (Prolegnas) prioritas tahun 2020. Usulan tersebut menuai pro dan kontra.

Sejumlah pihak menganggap RUU larangan minuman beralkohol belum terlalu penting dan mendesak untuk digulirkan saat ini. Tak hanya itu, RUU tersebut juga dianggap bakal merugikan sejumlah pihak. Lantas seberapa urgensinya RUU larangan minuman beralkohol?

Pakar hukum pidana Indriyanto Seno Adji menyarankan, untuk menilai seberapa urgensi sebuah Rancangan Undang-Undang, baiknya dilakukan public consultation. Sehingga, nantinya rancangan kebijakan tersebut tidak sia-sia.

"Sebaiknya untuk menilai suatu RUU itu urgensi atau tidak, ada semacam public consultation perihal tersebut. Kajian urgensinya juga memperhatikan analisis dampaknya atas rencana penerbitannya (keberadaan RUU tersebut) dengan metode Economic Analysis of Law," kata Indriyanto kepada Okezone, Senin (16/11/2020).

Menurut mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tersebut, RUU larangan Minol sebetulnya belum terlihat begitu mendesak dan penting. Lagipula, terkait pengawasan dan peredaran Minol sendiru sudah diatur oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

"Belum terlihat urgensinya RUU ini, lagipula, bila ada kekhawatiran peredaran ilegal minol, maka pengawasan sudah bisa dilakukan oleh BPOM dan Polri. Jadi tidak perlu ada kekhawatiran dan sifat urgensif maupun polemik bentuk sanksi tersebut," pungkasnya.

(kha)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini