Habib Rizieq Jadi Fenomena Baru Gerakan Politik Indonesia

Fahreza Rizky, Okezone · Minggu 15 November 2020 13:09 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 15 337 2309890 habib-rizieq-jadi-fenomena-baru-gerakan-politik-indonesia-sGTFGrOWzj.jpg Ilustrasi (Foto : Okezone.com)

JAKARTA - Kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab disambut besar-besaran oleh para pendukungnya. Besarnya sambutan yang diberikan pada Habib Rizieq, membuat sejumlah pengamat menilai kepulangan sang Habib jadi fenomena baru gerakan politik di Indonesia.

Selain itu, kedatangan Habib Rizieq di acara Maulid Nabi Muhammad SAW di Jakarta Selatan, kunjungan ke Pondok Pesantren di Megamendung, Bogor, serta Maulid Nabi Muhammad SAW di Petamburan dihadiri oleh para pendukungnya hingga kerumunan tak terhindarkan.

Merespons hal itu, pengamat politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Zaki Mubarak, mengatakan sambutan besar kepulangan Habib Rizieq merupakan fenomena baru dalam gerakan politik Islam di Indonesia.

Menurut Zaki, banyaknya massa yang menyambut Imam Besar FPI merupakan bukti pengaruhnya yang begitu kuat.

"Sambutan besar-besar saat kepulanagan HRS mempertegas bahwa ia telah menjadi fenomena baru dalam gerakan politik Islam di Indonesia. Kepemimpinan dan pengaruh HRS sangat nyata," ujar Zaki melalui pesan singkat kepada Okezone, Minggu (15/11/2020).

Baca Juga : Soal Kerumunan di Acara Habib Rizieq, FPI: Panitia Sudah Maksimal

Baca Juga : Didenda Pemprov DKI Rp50 Juta, Ini Respon Habib Rizieq

Zaki melihat keberadaan Habib Rizieq saat ini menjadi sangat diperhitungkan. Menurut dia tidak banyak pemimpin Islam yang mampu memobilisasi massa sebanyak itu. Apalagi pendukung dia terbilang militan.

"Keberadaannya menjadi sangat diperhitungkan. Tidak banyak pemimpin Islam saat yang mampu memobilisasi massa sebanyak itu. Belum lagi militansi pengikutnya yang tinggi," imbuh dia.

Lebih lanjut, Zaki mengatakan Habib Rizieq datang di waktu yang tepat, yakni di saat kepemimpinan Islam di Indonesia secara umum mengalami kemerosotan. Pada konteks inilah Habib Rizieq dinilai mampu menjembatani aspirasi arus bawah.

"Kesenjangan antara elite-elite Islam dengan aspirasi arus bawah mampu dijembatani HRS. Dengan populisme Islam yang mengusung 'nahi mungkar,' ia berhasil muncul sebagai sosok pemimpin baru," jelasnya.

"Suka tidak suka, dengan kekuatan obyektif HRS, pemerintah pun pada akhirnya harus lebih memperhitungkan dia. Tekanan-tekanan kepada HRS selama ini justru membuat namanya makin berkibar. Oleh pengikutnya ia dipuja-puja sebagai seorang pahlawan yang berani berkorban untuk kepentingan umat," pungkasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini