Ceramah Maulid Nabi, Habib Rizieq Bicara soal Revolusi Akhlak

Puteranegara Batubara, Okezone · Minggu 15 November 2020 00:52 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 15 337 2309719 ceramah-maulid-nabi-habib-rizieq-bicara-soal-revolusi-akhlak-i9XkEecM3Q.jpg Habib Rizieq Shihab saat ceramah Maulid Nabi Muhammad SAW (Foto: Front TV)

JAKARTA - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Muhammad Rizieq Shihab bicara soal revolusi akhlak dalam ceramahnya di perayaan Maulid Nabi Muhammad SAW. Habib Rizieq menyampaikan revolusi akhlak merujuk dari tuntunan nabi.

"Bicara tentang revolusi akhlak berarti bicara suatu revolusi yang mengikuti jalan hidup Nabi Muhammad SAW, bicara revoluasi akhlak berarti bicara revolisi yang berdiri tegak di atas Alquran dan sunnah nabi kita Syaidunna Muhammad SAW. Kenapaa kita ingatkan revolusi akhlak, sebab nabi kita tidaklah diutus kecuali untuk menyempurnakan akhlak," kata Habib Rizieq di markas FPI, Petamburan, Jakarta, Sabtu (14/11/2020).

Baca Juga: Usai Maulid Nabi, Habib Rizieq Akan Istirahat 1-2 Hari ke Depan

Sehingga, kata Habib Rizieq, ajaran Nabi Muhammad SAW atas dasar akhlak, baik dalam konteks ibadah maupun muamalah, semuanya atas dasar akhlak. Untuk itu, kewajiban umat Islam dalam aspek kehidupannya, semua berdiri atas dasar akhlak.

"Makanya aneh sekali saya mendengar pernyataan pejabat tinggi yang mengatakan agama tidak mengatur negara, innalillahi rojiun," ujarnya.

Habib Rizieq menjelaskan, yang berprinsip agam tidak mengatur negara datang dari pemikiran liberal atau datang dari pemikiran atheis. Menurutnya, pemikiran liberal adalah mereka-mereka yang ingin membebaskan diri mereka dari ikatan agama.

"Sedangkan atheis mereka yang ingin mengatur kehidupannya tanpa ada ikatan kepercayaan kepada Tuhan dan ini sangat berbahaya di NKRI yang berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa sebagai mana tertera dalam konstiutusi negara UUD 45 Pasal 29 Ayat (1), bahwa NKRI berdasarkan Ketuhanan yang Maha Esa. Jadi para founding fathers, dari sejak awal kemerdekaan sudah menetapkan bahwa Indonesia berdasarkan tauhid," tuturnya.

Baca Juga:  Habib Rizieq Lepas Masker dan Face Shield saat Ceramah Maulid Nabi

Sebab itu, setiap kebijakan di NKRI tidka boleh lepas dari nilai-nilai luhur Ketuhanan yang Maha Esa. Kebijakan apa saja di NKRI harus tetap mengacu pada ajaran agama, sehingga semua kebijakan dalam pengelolaan negara harus berdiri atas dasar akhlak.

"Jadi kalau ada pejabat tinggi menyatakan agama tidak boleh mengatur pakai agama, mau jadi negara PKI, mau jadi negara atheis, mau jd negara setan, mau jadi negara iblis, dasar negara kita Ketuhanan yang Maha Esa," tegasnya.

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini