Bahas Perkembangan Islam, Pimpinan DMI-Muhammadiyah Gelar Pertemuan di Yogyakarta

Tim Okezone, Okezone · Sabtu 14 November 2020 11:25 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 14 337 2309459 bahas-perkembangan-islam-pimpinan-dmi-muhammadiyah-gelar-pertemuan-di-yogyakarta-MXQZkXHeUo.jpg

YOGYAKARTA – Usai bertemu Ketua Umum PBNU Said Aqil Sirodj di Jakarta, Wakil Ketua Umum Dewan Masjid Indonesia (DMI) Syafruddin menggelar acara silaturahmi dengan Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir di Graha Suara Muhammadiyah, Yogjakarta,.

Pertemuan pimpinan DMI dan Muhammadiyah tersebut dalam rangka mendiskusikan perkembangan umat Islam di Indonesia dan dunia.

Menyikapi perkembangan tentang Islamphobia, Syafruddin menyampaikan perlunya umat bersatu dan berdialog secara berkeseimbangan. Dialog dengan dunia Barat juga patut digelar agar tidak salah dalam memahami ajaran Islam.

Menurut Syafruddin sebagai negera besar, Indonesia mampu mengambil peran menyatukan umat Islam di dunia. Indonesia dipandang oleh dunia menganut paham Islam yang moderat dan dapat diterima oleh semua kalangan.

"Dengan menyampaikan dan menjelaskan seluruh aspek kehidupan dan ajaran-ajaran mulia Rosulullah Muhammad SAW, maka orang-orang yang salah dalam memahami Islam akan terbuka pandangannya," ucap Syafruddin.

Baca Juga: Muhammadiyah Minta Pemerintah Tertibkan Acara "Kerumunan" Habib Rizieq

Islam menurutnya agama yang mengedepankan akhlakul karimah, sebagaimana sabda Rosulullah Muhammad SAW: "Sesungguhnya saya diutus untuk menyempurnakan akhlak manusia".

Sementara Haedar Nashir mengapresiasi langkah-langkah yang sudah diambil oleh Dewan Masjid Indonesia, khususnya peran aktif untuk menghadirkan sejarah Nabi Muhammad secara utuh atau lengkap.

Menurutnya, hal tersebut akan menjadi cermin sejarah perjalanan Islam di masa lalu dan perkembangannya kekinian yang sesuai dengan apa yang diajarkan Nabi Muhammad SAW.

Ketum PP Muhammadiyah menilai bahwa kerja sama dan hubungan baik dengan Liga Dunia Islam yang berpusat di Makkah sangat tepat. Islam turun di Makkah dan Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbanyak di dunia bisa berperan aktif.

Haedar Nashir mendorong semua eleman umat Islam untuk bersatu, membawa pesan risalah keIslaman yang wasathy (moderat), nilai-nilai kebangsaan yang kuat, serta ikut mendesain kemajuan Indonesia ke depan.

Baca Juga: Bertemu Ketua PP Muhammadiyah, Moeldoko Dapat Masukan soal Perlindungan Tenaga Medis

Haedar menambahkan bahwa umat Islam harus bersatu yang berbasis keunggulan dan berkemajuan, meninggalkan perdebatan yang tidak produktif.

"Sebagai mayoritas penduduk di Indonesia, maka sejatinya umat Islam menjadi barometer maju mundurnya Indonesia", ungkapnya.

Haedar kembali menegaskan bahwa sejarah Nabi Muhammad SAW harus tersampaikan secara utuh dan lengkap kepada seluruh umat manusia khususnya umat Islam, sehingga dapat terjaga muru'ah dan marwah Islamnya.

(abp)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini