Klaim Aliran Dana Belum Terungkap, Kubu Nurhadi: Kita Serahkan ke Majelis Hakim

Agregasi Sindonews.com, · Jum'at 13 November 2020 22:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 13 337 2309318 klaim-aliran-dana-belum-terungkap-kubu-nurhadi-kita-serahkan-ke-majelis-hakim-f4mCHP7J5o.jpg Nurhadi saat ditangkap Penyidik KPK (foto: Okezone.com/Heru Haryono)

JAKARTA - Kasus mantan Sekretaris Mahkamah Agung (MA), Nurhadi dan menantunya Rezky Herbiyono, masih terus bergulir di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), Jakarta Pusat.

Sebelumnya, Tim Jaksa penuntut umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menghadirkan seorang saksi Calvin Pratama di sidang lanjutan kasus dugaan suap dan gratifikasi terkait pengurusan perkara di Mahkamah Agung (MA). Calvin Pratama merupakan mantan karyawan Rezky Herbiyono di perusahaan PT Herbiyono Energi Industri.

Dalam persidangan, Calvin mengakui bahwa ada sejumlah aliran uang yang masuk ke rekening pribadinya dari Direktur PT Multicon Indrajaya Terminal (MIT), Hiendra Soenjoto. Uang itu diduga untuk menantu mantan Sekretaris MA Nurhadi, Rezky Herbiyono.

Baca juga:

Saksi Akui Ada Aliran Uang Miliaran Rupiah dari Hiendra Soenjoto untuk Menantu Nurhadi

KPK Ungkap Kronologi Penangkapan Hiendra Soenjoto Penyuap Nurhadi

Menyikapi proses hukum tersebut, salah satu kuasa hukum Nurhadi, Muhammad Rudjito mengaku prihatin, karena kliennya seolah-olah sudah divonis bersalah, dan juga menyayangkan upaya pembentukan opini yang disebutnya terlalu memojokkan Nurhadi.

“Keterangan saksi-saksi dari pihak Jaksa KPK dalam sidang jelas sekali menyatakan tak ada aliran dana ke Bapak Nurhadi. Tapi, opini yang berkembang terus memojokkan Pak Nurhadi. Seolah Pak Nurhadi sudah pasti salah. Ini kan enggak adil,” kata Rudjito di Jakarta, Kamis (13/11/2020).

Ridjito menyatakan, keprihatinannya terhadap opini yang berkembang di masyarakat yang terus memojokkan Nurhadi tanpa mau melihat fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan.

“Ya, wajar, masyarakat kan memang tidak hadir dalam persidangan. Karena itu, sebaiknya kita biarkan majelis hakim yang memutuskan salah atau tidaknya. Bukan opini yang memvonis duluan,” tegasnya.

Menurut Rudjito, opini yang berkembang telah memvonis Nurhadi, padahal sidang baru saja mulai dan semua saksi yang dihadirkan Jaksa tidak satu pun menyatakan memberi uang ke Nurhadi.

“Faktanya sampai sekarang belum terungkap ada uang yang diberikan, atau diterima Bapak Nurhadi. Sebaliknya, yang sudah terungkap dari saksi-saksi yang dihadirkan Jaksa di persidangan justru tidak ada aliran uang ke Nurhadi. Kami mohon adil saja,” pungkasnya.

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini