Bareskrim Sebut Kejagung Gunakan Jasa Konsultan yang Tidak Berpengalaman

Muhamad Rizky, Okezone · Jum'at 13 November 2020 16:28 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 13 337 2309137 bareskrim-sebut-kejagung-gunakan-jasa-konsultan-yang-tidak-berpengalaman-Jf9FKQiQi4.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Bareskrim Polri mengungkapkan, bahwa Kejaksaan Agung (Kejagung) melibatkan seorang konsultan gedung untuk pemasangan alumunium composite panel (ACP) berinisial J yang tidak berpengalaman.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Ferdy Sambo menuturkan, penggunaan ACP ini yang kemudian menjadi salah satu faktor kebakaran di Kejagung cepat membesar.

"Tersangka IS yang menjadi PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) mantan pegawai Kejaksaan Agung ini dalam memilih konsultan perencana tidak ksesuai dengan ketentuan, tidak berpengalaman," kata Sambo saat konferensi pers di Bareskrim Polri, Jumat (13/11/2020).

Baca juga:

Ini Peran 3 Tersangka Baru Dalam Kebakaran Gedung Kejagung   

Polri Tetapkan 3 Tersangka Baru Terkait Kasus Kebakaran Gedung Kejagung

Sambo mengatakan, ACP sendiri memiliki dua tipe pertama mudah terbakar dan kedua mudah terbakar dalam suhu tertentu. Dalam kasus kebakaran ini bahan ACP yang digunakan tidak diperiksa terlebih dahulu.

Karena itu pula PPK inisial IS yang menunjuk konsultan berinisial J, sebagai konsultan perencanaan pemasangan ACP tersebut ditetapkan sebagai tersangka baru dalam kebakaran tersebut.

 

Diketahui sebelumnya, penyidik menetapkan tiga tersangka baru yang diduga juga lalai sehingga membuat Gedung Kejagung terbakar.

Ketiga tersangka itu pertama berinisial MD. Dia merupakan pihak yang meminjam bendera PT APM dan memerintahkan untuk membeli minyak bermerk TOP Cleaner.

Istilah meminjam bendera ini merupakan suatu tindakan untuk meminjam nama perusahaan lain untuk dapat mengikuti tender barang dan jasa (PBJ).

Kemudian, tersangka J dijerat lantaran tidak melakukan survei kondisi gedung dan tidak memiliki pengalaman sebagai konsultan perencana bahan ACP (Allumunium Composite Panel) di Gedung Kejagung.

Terakhir, tersangka dari pihak Kejaksaan Agung selaku PPK inisial IS. Ia yang menunjuk perusahaan sebagai konsultan perencana yang tidak memiliki pengalaman tersebut.

Adapun para tersangka dijerat pasal 188 KUHP jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 dengan ancaman di atas lima tahun.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini