Ini Peran 3 Tersangka Baru Dalam Kebakaran Gedung Kejagung

Muhamad Rizky, Okezone · Jum'at 13 November 2020 15:43 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 13 337 2309099 ini-peran-3-tersangka-baru-dalam-kebakaran-gedung-kejagung-ocjHxdpfqo.jpg Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, Brigjen Ferdi Sambo (foto: Sindonews)

JAKARTA - Bareskrim Polri mengungkap tiga tersangka baru dalam kasus kebakaran Gedung Kejaksaan Agung. Mereka adalah MD, J, dan IS.

Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Ferdy Sambo mengungkapkan, para pelaku memiliki peranan yang berbeda. MD berperan sebagai peminjam bendera PT. APM.

Istilah meminjam bendera ini merupakan suatu tindakan untuk meminjam nama perusahaan lain, untuk dapat mengikuti tender barang dan jasa (PBJ).

Baca juga:

Polri Tetapkan 3 Tersangka Baru Terkait Kasus Kebakaran Gedung Kejagung

Bareskrim Umumkan Tersangka Baru Kebakaran Kejagung Siang Ini

Bareskrim Limpahkan Berkas Perkara Kebakaran Gedung Kejagung untuk Kelompok Pekerja   

MD pula yang berperan besar dalam pengadaan barang pembersih lantai merek Top Cleaner, yang belakangan menjadi akseleran api sehingga kebakaran mudah membesar.

"Perusakan PT. APM ini hanya meminjam bendera sehingga proses pengkajian, pembelian seluruh alat yang digunakan untuk kebersiahan di Gedung Kejaksaan Agung yang kemudian menjadi salah satu akseleran dari terbakarnya gedung adalah tersangka MD," kata Sambo di Bareskrim Polri, Jumat (13/11/2020).

 

Tersangka kedua, lanjut Sambo adalah IS, selaku Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kejaksaan Agung untuk pengadaan alumunium composite panel (ACP), dimana ACP tersebut juga menjadi akseleran api sehingga mempercepat kebakaran.

Menurut Sambo, IS selaku PPK saat itu menunjuk tersangka J selaku konsultan perencanaan pemasangan ACP. Padahal J sendiri tidak memiliki keahlian sebagai konsultan.

"Tersangka IS yang menjadi PPK mantan pegawai Kejagung ini yang sebagai PPK itu dalam memilih konsultan perencana tidak sesuai dengan ketentuan, memilih konsultan perencanaan yang tidak berpengalaman. Kemudian tidak melakukan pengecakan bahan-bahan yang digunakan khususnya ACP," terangnya.

"Dari pengembangan pemeriksaan, model ACP ini ada 2, ada yang mudah terbakar dan ada yang akan terbakar pada suhu tertentu. Karena lalai inilah PPK atas nama IS kami tetapkan sebagai tersangka pada hari ini," tambahnya.

Diketahui sebelumnya, Bareskrim Polri telah menetapkan 8 orang tersangka dalam kasus tersebut. Kedelapan orang itu yakni, lima diantaranya kuli bangunan dengan inisial T, H, S, K dan IS.

Polisi mengatakan para tukang tersebut merokok padahal dilokasi tersebut terdapat sejumlah barang yang mudah terbakar. Akibatnya puntung rokok tersebut yang memicu kebarakan.

Polisi juga mentapkan seorang mandor berinsial UAM sebagai tersangka, lantaran tidak melakukan pengawasan pada saat para tukang melakukan pekerjaannya.

Kemudian Direktur Utama PT APM berinisial R, dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Kejagung berinisial NH juga dijadikan tersangka terkait pengadaan cairan pembersih lantai Top Cleaner yang mengandung senyawa solar, bensin, dan pewangi sehingga menjadi akselerator kebakaran.

Tak hanya itu polisi juga menemukan fakta bahwa cairan pembersih tersebut tidak memiliki izin edar.

Adapun dalam penetapan tersangka tersebut polisi menyatakan tidak menemukan unsur kesengajaan atau karena kealpaan.

Atas perbuatannya, seluruh tersangka pun disangka melanggar Pasal 188 KUHP tentang kealpaan Jo Pasal 55 KUHP dengan ancaman pidana penjara maksimal lima tahun.

1
3

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini