Fadli Zon Larang Habib Rizieq Gabung ke Partai Politik

Riezky Maulana, iNews · Kamis 12 November 2020 18:51 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 12 337 2308671 fadli-zon-larang-habib-rizieq-gabung-ke-partai-politik-SzjwNIi8iM.jpg foto: Okezone

JAKARTA- Partai Masyumi mengundang Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab untuk bergabung. Namun undangan Partai Masyumi tersebut langsung mendapatkan respons dari Politikus Partai Gerindra Fadli Zon.

(Baca juga: Menilik Markaz Syariah Habib Rizieq di Megamendung yang Dijaga Ketat)

Fadli Zon menuturkan, sebaiknya Habib Rizieq tidak bergabung atau terafiliasi oleh partai politik manapun. Hal itu bersamaan dengan ketokohan ulama yang sangat kuat dimiliki oleh Habib Rizieq.

"Saya kira Habib Rizieq sebaiknya tidak ikut partai politik ya. Beliau ulama ketokohannya sudah diakui," kata Fadli kepada wartawan, Kamis (12/11/2020).

Menurut Fadli Zon, kuatnya ketokohan Habib Rizieq tersebut ditandai dengan banyaknya massa yang menjemputnya ketika kembali ke Indonesia dari Arab Saudi. Bahkan,kata dia, Presiden dan Wakil Presiden Indonesia pertama Soekarno dan Mohammad Hatta tidak mendapatkan hal yang sama.

(Baca juga: Moeldoko: Pemerintah Tidak Punya Masalah dengan Habib Rizieq!)

"Kan tidak ada tuh orang dalam sejarah Indonesia, bahkan Bung Karno dan Bung Hatta aja proklamator tidak dijemput seperti itu di bandara. Itu tidak ada pengerahan apalagi ada pengerahan. Artinya itu pengakuan de facto dari rakyat Indonesia dan umat Islam Indonesia," ungkapnya.

Oleh karena itu, Fadli Zon menyarankan, pihak-pihak lain jangan mencari kegaduhan yang baru dengan membawa-bawa Habib Rizieq berafiliasi dengan partai politik. Menurutnya, akan lebih baik bekerja sama membangun Indonesia ke depannya agar bisa lebih baik lagi.

"Jangan menimbulkan kegaduhan baru. Nanti cari upaya kriminalisasi dan sebagainya, lebih baik kita berkerja sama kedepan membangun untuk bangsa ini," tuturnya.

"Habib Rizieq menurut saya sebagai ulama dan saya kira tidak ada terpikir untuk ikut partai politik. Sangat disayangkan kalau ikut partai politik," pungkasnya.

(fmi)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini