29% Masyarakat Tidak Tahu 3T Dapat Memutus Penularan Covid-19

Binti Mufarida, Sindonews · Kamis 12 November 2020 15:42 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 12 337 2308536 29-masyarakat-tidak-tahu-3t-dapat-memutus-penularan-covid-19-ODp66gzaxQ.jpg Managing Director ISOS Indonesia Soeprapto Tan (Foto: Binti Mufarida)

JAKARTA - Managing Director IPSOS Indonesia, Soeprapto Tan mengungkapkan dari survei sebanyak 71% masyarakat Indonesia sudah memahami 3T (testing, tracing, dan treatment) untuk memutus penularan Covid-19. Dan masih ada 29% masyarakat yang tidak tahu mengenai 3T.

“Nah, yang menarik itu adalah ketika berbicara mengenai 3T itu, masih ada sekitar 29% itu yang tidak even aware, mereka nggak ngerti itu sebenarnya 3T itu apa,” ungkap Soeprapto dalam dialog KPC PEN bertema Optimisme Masyarakat Terhadap 3T secara virtual, Kamis (12/11/2020).

Sementara, kata Soeprapto pemahaman masyarakat tentang 3M (memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun) lebih tinggi yakni sekitar 99%.

“Jadi kalau kita lihat ya, kita coba bandingkan antara sebenarnya awareness masyarakat terhadap 3M dan 3T. Awareness antara orang mengerti 3M dan orang mengerti 3T ya. Kalau bisa dibilang sih ya, 3M itu mereka udah mengerti sekitar 99%. Nah, kalau 99% ini biasanya orang sudah auto pilot,” katanya.

Baca Juga:  Rentan Covid-19, Bioskop di Banten Tak Akan Buka Selama Pandemi

Fakta dari data ini, kata Soeprapto ada kesan bahwa 3M dan 3T adalah dua hal yang berbeda. Padahal, keduanya harus menjadi kesatuan untuk memutus rantai penularan Covid-19. “Jadi, sebenarnya terkesan tuh kayaknya 3M dan 3T itu dua hal yang terpisah. Padahal seharusnya kan ini jadi satu, yang merupakan mata rantai,” katanya.

Apalagi, kata Soeprapto, saat ini lebih masif iklan-iklan mengenai 3M dibandingkan 3T. “Nah, kelihatannya memang campaign 3M itu memang lebih masif dibandingkan dengan 3T. Memang kan awal campaign-nya kan fokus kita disiplin kepada 3M di radio, di sosial media pun, bahkan di TV pun social aware-nya lebih tinggi dibandingkan dengan 3T,” ujarnya.

“Jadi ya sekarang seharusnya progressing ya, 3M udah, dan saya rasa sekarang saatnya 3T dimasifkan,” tegas Soeprapto.

Baca Juga: Usai Gelar Hajatan, 1 Keluarga Meninggal karena Covid-19 

(Ari)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini