Soal Rekonsiliasi, Habib Rizieq: Buka Dulu Pintu Dialognya

Harits Tryan Akhmad, Okezone · Kamis 12 November 2020 07:30 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 12 337 2308246 soal-rekonsiliasi-habib-rizieq-buka-dulu-pintu-dialognya-UsU96eqwhg.jpg Pimpinan Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab (foto: tangkapan layar dari Youtube Front TV)

JAKARTA - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab menyinggung peluang rekonsiliasi dengan pemerintah. Dia mengaku bersedia asal pintu dialog dibuka dan menyetop kriminilasiasi terhadap ulama.

Habib Rizieq berkata, mana mungkin sebuah rekonsiliasi bisa berjalan jika pintu dialog tak dibuka sama sekali. Namun hingga kini tak ada dialog yang dibuka sama sekali oleh pemerintah.

“Tidak ada rekonsiliasi tanpa dialog, dialog itu penting sudah dan ga boleh penguasa itu tangkap kanan tangkap kiri. kriminilasisi sudah enggak boleh,” ujar Habib Rizieq sebagaimana dilihat dalam YouTube Front TV, Kamis (12/11/2020).

Baca juga:

Akankah Habib Rizieq Masuk Partai Politik?

Pulangnya Habib Rizieq Buat Peta Politik Indonesia Lebih Dinamis

Ketua Majelis Syuro PKS: Habib Rizieq Milik Seluruh Umat

Ia mengaku sudah menawarkan pintu dialog dengan pemerintah sejak bulan Januari 2017. Ketika itu pasca aksi 212 tahun 2016 kemudian ada tabligh akbar di Masjid Istiqlal.

“Bicara soal pintu dialog sudah pernah saya sampaikan saat tabligh akbar di Masjid Istiqlal sebelum PilkadaDKI setelah yaitu aksi 212 di tahun 2016 dan di bulan Januari (2017) kita buat aksi 121,” bebernya.

Sayangnya, menurut orang nomor satu di FPI itu pemerintah tak memberikan dialog untuk rekonsiliasi. Namun malah ada beberapa tindakan menurutnya adalah kriminalisasi terhadap ulama.

Lebih lanjut, Rizieq mengaku kedepannya siap berdialog dengan pemerintah. Namun dengan catatan, tak ada lagi kriminalisasi terhadap ulama di Indonesia.

“Stop dulu kriminalisasi pra aktivitasnya tunjukan dulu niat baiknya. Kalau mau dialog dan rekonsiliasi ahlan wa sahlan, kita siap dialog dan damai kita siap hidup tanpa kegaduhan. Tapi bebaskan ulama, habib dan bebaskan dulu para tokoh kita masih banyak ulama menderita,” tegasnya.

Ia bahkan memaparkan beberapa ulama dan aktivis yang masih ditahan. Mulai dari Abu Bakar Baasyir hingga Habib Bahar bin Smith.

"Bebaskan dulu para tokoh kita, masih banyak ulama kita yang saat ini menderita di penjara. Bebaskan Ustaz Abu Bakar Baasyir, Habib Bahar bin Smith, bebaskan dulu Doktor Syahganda Nainggolan, bebaskan Bapak Anton Permana, bebaskan Jumhur Hidayat, bebaskan dulu. Bebaskan buruh, bebaskan mahasiswa, bebaskan para pendemo, bebaskan pelajar yang saat ini memenuhi ruang-ruang tahanan," katanya.

Selain itu, menurut Habib Rizieq seharusnya pemerintah senang apabila terdapat kritikan dari beragam pihak. Dengan begitu, para pengkritik bisa menyampaikan saran merkea.

“Para pengkritik umumnya punya solusi uang mereka tawarkan. Pelajari, kalau solusi itu baik terima, kalo tidak baik sampaikan dimana tidak baiknya. Selesai tidak perlu ada kegaduhan tingkat nasional,” tandasnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini