Share

Kemenag Pastikan Pelaksanaan Umrah di Tengah Pandemi Covid-19 Sesuai Protokol Kesehatan

Binti Mufarida, Sindonews · Rabu 11 November 2020 15:46 WIB
https: img.okezone.com content 2020 11 11 337 2307967 kemenag-pastikan-pelaksanaan-umrah-di-tengah-pandemi-covid-19-sesuai-protokol-kesehatan-b1hqClIcvP.jpg Foto: Illustrasi Okezone.com

JAKARTA - Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktur Bina Umrah dan Haji Khusus, Arfi Hatim menegaskan, bahwa pelaksanaan Umrah di masa pandemi Covid-19 saat ini sesuai dengan protokol kesehatan.

“Tentu kita harus menyamakan persepsi bahwa ibadah umrahnya dilaksanakan pada masa pandemi Covid-19. Artinya dalam kondisi tersebut, sehingga ada beberapa persyaratan, ketentuan, khususnya prokes atau protokol kesehatan yang harus dipatuhi oleh seluruh pihak yang terlibat dalam proses penyelenggaraan ibadah umrah ini,” tegas Arfi dalam diskusi secara virtual di Media Center Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Graha BNPB Jakarta, Rabu (11/11/2020).

Baca juga:

3 Jamaah Umrah Indonesia Positif Covid-19 Tanpa Gejala   

Positif Corona, 3 Jamaah Umrah Indonesia Langsung Dikarantina   

Hari Ini, 224 Jamaah Indonesia Mulai Laksanakan Umrah   

Arfi yang berada langsung memantau pelaksanaan Umrah di Arab Saudi mengatakan protokol kesehatan terus dilaksanakan mulai dari Tanah Air, selama perjalanan di Arab Saudi, termasuk pada waktu melaksanakan ibadah umrah dan terakhir sampai kembali ke Tanah Air.

Sebelum Indonesia memberangkatkan jamaah Umrah pada tanggal 1 November 2020, Arfi mengatakan, bahwa pemerintah Arab Saudi sudah mengeluarkan beberapa kebijakan aturan khususnya protokol kesehatan penyelenggaraan ibadah umrah terutama pada waktu pelaksanaan umrah di Masjidil Haram.

“Yang pertama, ya tentu waktunya terbatas. Kemudian dari pandangan visual yang lihat diatur, ditata sedemikian rupa, physical distancingnya artinya penerapan protokol kesehatan juga sangat ketat. Ada pemandu yang mendampingi untuk memastikan bahwa pelaksanaan ibadah umroh di Masjidil Haram dari awal sampai selesai itu betul-betul dengan protokol kesehatan,” kata Arfi.

Sehingga, kata Arfi, ada petugas khusus yang memastikan protokol kesehatan dijalankan dengan ketat.

“Petugas khusus meng-guide, membimbing jamaah mulai dari pengambilan miqat kemudian masuk ke Masjidil Haram dengan tertib, diatur sedemikian rupa, sehingga semata-mata adalah untuk memberikan jaminan bahwa protokol kesehatan tersebut dapat diterapkan,” tegasnya.

 

(wal)

1
1

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini